Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

Headline

Ratusan Pencaker Ikut Pelatihan Sertifikasi Kompetensi

Etty Welerbadge-check


					Ratusan Pencaker Ikut Pelatihan Sertifikasi Kompetensi Perbesar

TIMIKA – Ratusan pencari kerja (Pencaker) Orang Asli Papua (OAP) dan Lahir Besar Timika (Labeti) mengikuti pelatihan sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Horison Diana Rabu (20/08/2025) secara resmi dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Ananias Faot.

Kepala Disnakertrans Mimika, Paulus Yanengga menyampaikan bahwa Undang-undang cipta kerja mewajibkan pekerja maupun pencaker harus mempunyai sertifikasi keahlian. Sehingga pemerintah daerah merespon ini dengan melakukan pelatihan-pelatihan.

“Jadi dengan sertifikasi yang mereka miliki kami berharap mereka buka lapangan kerja baru. Dan sertifikasi ini juga menjadi jembatan untuk mereka bisa masuk dunia kerja,” katanya.

Menurutnya, jika pemerintah daerah tidak melakukan pelatihan maka jumlah pencaker akan terus meningkat, bahkan bisa dibilang pemerintah daerah tidak respon.

“Pengalaman tahun pertama itu mereka masih pelatihan tapi perusahaan sudah ambil mereka. Pemerintah punya tugas mempromosikan peserta ke perusahaan-perusahaan,”ujarnya.

Dikatakannya, untuk jumlah peserta dari tahun lalu dan tahun ini sama yakni 600 peserta, namun bedanya itu di bidang ketrampilan.

“Tahun lalu itu 10 bidang ketrampilan, kalau sekarang hanya 9 bidang ketrampilan saja,” kata Paulus.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Ananias Faot dalam sambutannya mengatakan, permasalahan pencari kerja di Indonesia pada umumnya, dan di Kabupaten Mimika pada khususnya, adalah ketidaksiapan mereka untuk memasuki dunia kerja itu sendiri.

Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kemampuan yang dimiliki terkadang tidak dapat memenuhi standar yang ditetapkan oleh dunia kerja yang membutuhkαn.

“Inilah yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu ada campur tangan pemerintah terkait bagaimana menyiapkan para pencari kerja yang mempunyai kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja,”ujarnya.(IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tawuran di Jalan WR Supratman Dibubarkan, Lima Pemuda Diamankan

20 September 2026 - 09:40 WIB

IMG 20260920 WA0016

Operasi Antik Noken Sasar THM Mimika, Puluhan Pekerja Diperiksa

20 September 2026 - 09:30 WIB

IMG 20260920 WA0022

STEMI Siapkan Kebaktian Pembaruan Iman Bersama Stephen Tong di Nabire

20 September 2026 - 09:22 WIB

IMG 20260920 WA0021

Trifena M. Tinal Pimpin Golkar Mimika 2026–2031, Konsolidasi Organisasi Jadi Agenda Utama

20 September 2026 - 09:09 WIB

IMG 20260920 WA0085

Dinkes Mimika Mendekatkan Diagnosis TB ke Warga Pesisir dan Pedalaman Mimika

19 September 2026 - 16:02 WIB

IMG 20260919 WA0010
Trending di Headline