Menu

Mode Gelap
Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana Meningkatnya Kriminalitas: Akar Masalah dan Solusi Holistik (Ditinjau dari Sosiologi Hukum) Banjir Bandang Sumatera: Alarm Bencana Ekologis dan Slow Violence di Seluruh Indonesia Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah

Headline

Ratusan Pencaker Ikut Pelatihan Sertifikasi Kompetensi

Etty Welerbadge-check


					Ratusan Pencaker Ikut Pelatihan Sertifikasi Kompetensi Perbesar

TIMIKA – Ratusan pencari kerja (Pencaker) Orang Asli Papua (OAP) dan Lahir Besar Timika (Labeti) mengikuti pelatihan sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Horison Diana Rabu (20/08/2025) secara resmi dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Ananias Faot.

Kepala Disnakertrans Mimika, Paulus Yanengga menyampaikan bahwa Undang-undang cipta kerja mewajibkan pekerja maupun pencaker harus mempunyai sertifikasi keahlian. Sehingga pemerintah daerah merespon ini dengan melakukan pelatihan-pelatihan.

“Jadi dengan sertifikasi yang mereka miliki kami berharap mereka buka lapangan kerja baru. Dan sertifikasi ini juga menjadi jembatan untuk mereka bisa masuk dunia kerja,” katanya.

Menurutnya, jika pemerintah daerah tidak melakukan pelatihan maka jumlah pencaker akan terus meningkat, bahkan bisa dibilang pemerintah daerah tidak respon.

“Pengalaman tahun pertama itu mereka masih pelatihan tapi perusahaan sudah ambil mereka. Pemerintah punya tugas mempromosikan peserta ke perusahaan-perusahaan,”ujarnya.

Dikatakannya, untuk jumlah peserta dari tahun lalu dan tahun ini sama yakni 600 peserta, namun bedanya itu di bidang ketrampilan.

“Tahun lalu itu 10 bidang ketrampilan, kalau sekarang hanya 9 bidang ketrampilan saja,” kata Paulus.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Ananias Faot dalam sambutannya mengatakan, permasalahan pencari kerja di Indonesia pada umumnya, dan di Kabupaten Mimika pada khususnya, adalah ketidaksiapan mereka untuk memasuki dunia kerja itu sendiri.

Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kemampuan yang dimiliki terkadang tidak dapat memenuhi standar yang ditetapkan oleh dunia kerja yang membutuhkαn.

“Inilah yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu ada campur tangan pemerintah terkait bagaimana menyiapkan para pencari kerja yang mempunyai kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja,”ujarnya.(IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban

8 Desember 2025 - 05:17 WIB

Apel gabungan di monas 1765161864707 169

DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta

7 Desember 2025 - 22:46 WIB

1001433151 2759921897

Momen Natal, OPM Dilarang Masuki Puncak Papua Tengah

7 Desember 2025 - 20:37 WIB

Img 20251207 wa0073

Lilin, Doa, dan Tarian Lapago: Identitas Budaya Menyatu dalam Peringatan HUT Ke-11 ULMWP di Jayapura

7 Desember 2025 - 20:33 WIB

Img 20251207 wa0065

Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana

7 Desember 2025 - 03:45 WIB

Whatsapp image 2025 12 07 at 12.44.46
Trending di News