Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

Headline

Harga Beras SPHP di Nabire Lebih Rendah dari HET, Kapolda Ajak Warga Manfaatkan Program

Etty Welerbadge-check


					Harga Beras SPHP di Nabire Lebih Rendah dari HET, Kapolda Ajak Warga Manfaatkan Program Perbesar

NABIRE – Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Nabire berlangsung sejak 9 hingga 14 Agustus 2025, dengan total sekitar 20 ton telah didistribusikan di enam titik. Harga jual beras SPHP di lokasi ini dipatok Rp 13.000 per kilogram, lebih rendah dari harga eceran tertinggi (HET) untuk Papua dan Papua Tengah yang sebesar Rp 13.500/kg.

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare, menjelaskan bahwa penyaluran kali ini difokuskan di Nabire karena beras SPHP untuk wilayah lain seperti Timika dan Puncak Jaya disuplai dari Jayapura dan Wamena.

“Harganya masih di bawah HET. Operasi pasar murah ini membantu stabilitas inflasi di Papua Tengah karena salah satu penyumbang inflasi adalah beras. Kami akan awasi pasar tradisional dan kalau ada harga di atas HET, akan dilakukan operasi pasar lagi,” ujar Alfred di Aula Polres Nabire, Kamis (14/8/2025).

Menurutnya, stok SPHP saat ini tersedia di Nabire, dan jika habis akan diajukan permintaan tambahan untuk disalurkan ke Polres lain di wilayah Polda Papua Tengah.

Kepala Perum Bulog KCP Nabire, Dedi Rachman, menambahkan bahwa selain di titik-titik pasar murah, warga Nabire bisa membeli beras SPHP di empat kios mitra Bulog di Pasar Kalibobo.

“Harga sesuai HET, Rp 13.500/kg. Kalau ada penjual yang mematok harga di atas HET, jangan dibeli dan segera laporkan ke Bulog atau kepolisian,” tegas Dedi.

Bulog menetapkan HET beras SPHP bervariasi sesuai wilayah: Rp 12.500/kg untuk Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi; Rp 13.100/kg untuk Sumatera (non-Lampung dan non-Sumsel), NTT, dan Kalimantan; serta Rp 13.500/kg untuk Papua dan Papua Tengah.

Program SPHP di Nabire merupakan kerja sama antara Bulog, Polda Papua Tengah, dan Polres Nabire untuk menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

John Gobai Ingatkan Kepala Suku Papua: Jangan Lagi Berikan Marga dan Gelar Adat Sembarangan

21 September 2026 - 10:18 WIB

IMG 20260921 WA0023

John Gobai: Perdasus OAP Nomor 14 Tahun 2026 Akan Dibahas untuk Direvisi

21 September 2026 - 10:07 WIB

IMG 20260921 WA0022

DPR Papua Tengah Imbau OAP Manfaatkan Layanan Kesehatan di 5 Klinik dan 8 RSUD Yang Didukung Dana OTSUS 

21 September 2026 - 09:48 WIB

IMG 20260921 WA0019

TNI Hadir Bersama Rakyat, Lanal Timika Gelar Bakti Sosial di Kampung Nawaripi

21 September 2026 - 09:38 WIB

IMG 20260921 183711

Personel Polres Mimika Raih Kompolnas Awards 2026, Dedikasi di Wilayah Konflik Berbuah Penghargaan

21 September 2026 - 09:29 WIB

IMG 20260921 182730
Trending di Headline