Menu

Mode Gelap
Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah Waket DPR Papua Tengah John Gobai Desak Penyediaan Sekolah, Puskesmas, dan Transportasi Umum di Perbatasan Mimika-Deiyai Kunjungan Kanonik Perdana Uskup Timika di Agimuga Disambut Meriah oleh Seribuan Umat Katolik Suku Amungme 80 Siswa di Raja Ampat Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis Diduga Terjadi Pengeboman Oleh Aparat di Maybrat, LP3BH Manokwari Desak Komnas HAM dan Dewan HAM Internasional Bertindak Ketua DPD RI Optimistis Surpres RUU Daerah Kepulauan Terbit Pekan Ini: Keadilan Fiskal Harus Berlayar!

Headline

Harga Beras SPHP di Nabire Lebih Rendah dari HET, Kapolda Ajak Warga Manfaatkan Program

Etty Welerbadge-check


					Harga Beras SPHP di Nabire Lebih Rendah dari HET, Kapolda Ajak Warga Manfaatkan Program Perbesar

NABIRE – Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Nabire berlangsung sejak 9 hingga 14 Agustus 2025, dengan total sekitar 20 ton telah didistribusikan di enam titik. Harga jual beras SPHP di lokasi ini dipatok Rp 13.000 per kilogram, lebih rendah dari harga eceran tertinggi (HET) untuk Papua dan Papua Tengah yang sebesar Rp 13.500/kg.

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Alfred Papare, menjelaskan bahwa penyaluran kali ini difokuskan di Nabire karena beras SPHP untuk wilayah lain seperti Timika dan Puncak Jaya disuplai dari Jayapura dan Wamena.

“Harganya masih di bawah HET. Operasi pasar murah ini membantu stabilitas inflasi di Papua Tengah karena salah satu penyumbang inflasi adalah beras. Kami akan awasi pasar tradisional dan kalau ada harga di atas HET, akan dilakukan operasi pasar lagi,” ujar Alfred di Aula Polres Nabire, Kamis (14/8/2025).

Menurutnya, stok SPHP saat ini tersedia di Nabire, dan jika habis akan diajukan permintaan tambahan untuk disalurkan ke Polres lain di wilayah Polda Papua Tengah.

Kepala Perum Bulog KCP Nabire, Dedi Rachman, menambahkan bahwa selain di titik-titik pasar murah, warga Nabire bisa membeli beras SPHP di empat kios mitra Bulog di Pasar Kalibobo.

“Harga sesuai HET, Rp 13.500/kg. Kalau ada penjual yang mematok harga di atas HET, jangan dibeli dan segera laporkan ke Bulog atau kepolisian,” tegas Dedi.

Bulog menetapkan HET beras SPHP bervariasi sesuai wilayah: Rp 12.500/kg untuk Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi; Rp 13.100/kg untuk Sumatera (non-Lampung dan non-Sumsel), NTT, dan Kalimantan; serta Rp 13.500/kg untuk Papua dan Papua Tengah.

Program SPHP di Nabire merupakan kerja sama antara Bulog, Polda Papua Tengah, dan Polres Nabire untuk menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

APKM Pusat Kukuhkan Pengurus Wania dan Iwaka 

5 Desember 2025 - 11:57 WIB

20251205 111558

Musdat LMHA Dinilai Tidak Sesuai Mekanisme dan Prosedur Mekanisme, Lemasko Pimpinan Gerry Minta Dibatalkan

5 Desember 2025 - 10:59 WIB

Img 20251204 wa0021

Yohanes Yance Boyau Terpilih  dan Dikukuhkan Jadi Weyaiku Pertama LMHA Suku Kamoro/Mimikawe

5 Desember 2025 - 10:54 WIB

20251204 174919

LPPD Papua Tengah Gelar Rapat Konsultasi Persiapan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional 2026

5 Desember 2025 - 09:11 WIB

Img 20251205 wa0213

Menuju Kepastian Hak Ulayat: Papua Tengah Bahas Standar Kompensasi Hasil Hutan

5 Desember 2025 - 09:05 WIB

Img 20251205 wa0206
Trending di Headline