NABIRE – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H., menegaskan bahwa peningkatan akses pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi (KR) di wilayah khusus menjadi prioritas penting untuk memperkuat kualitas hidup masyarakat.
Hal ini disampaikan dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten II Setda Papua Tengah, H. Tumiran, saat membuka kegiatan Fasilitasi Integrasi dan Intensifikasi Pelayanan KB-KR di Aula Guest House Nabire, Rabu (13/8/2025).
Dalam sambutannya, Gubernur Nawipa memaparkan bahwa Papua Tengah sebagai daerah otonomi baru hasil pemekaran tahun 2022 menghadapi tantangan serius, di antaranya tingginya angka kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi (unmet need), yaitu 48,8% berdasarkan Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2023.
“Peningkatan akses pelayanan KB harus menjadi langkah prioritas agar masyarakat, termasuk di daerah terpencil, dapat dengan mudah menjangkaunya. Selain itu, kapasitas tenaga kesehatan perlu diperkuat, dan promosi serta edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan,” tegasnya.
Gubernur juga menekankan perlunya dukungan dari pemerintah pusat melalui BKKBN untuk memperluas pelayanan KB di wilayah sulit dijangkau. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra kerja menjadi kunci keberhasilan pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga.
“Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi langkah nyata menuju Papua Tengah yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing,” ujar Nawipa menutup sambutannya.
Acara ini dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Forkopimda Papua Tengah dan Kabupaten Nabire, pejabat tinggi pratama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai mitra kerja terkait. (MB)






