Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

Headline

Warga Kalisusu Sampaikan Berbagai Aspirasi Saat Reses DPR Papua Tengah

Etty Welerbadge-check


					Warga Kalisusu Sampaikan Berbagai Aspirasi Saat Reses DPR Papua Tengah Perbesar

NABIRE – Wakil Ketua II DPR Papua Tengah, Dr. Drs. Petrus Izaach Suripatty, M.Si, mengadakan kunjungan reses pada hari kedua di Kampung Kalisusu, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire Jumat, (8/8/2025)

Kegiatan ini berlangsung meskipun sempat diguyur hujan, namun warga tetap menyambut hangat kedatangan rombongan dan mengikuti pertemuan yang berlangsung kurang lebih tiga jam.

Dalam keterangannya melalui sambungan telepon WhatsApp kepada Nabire Net, Petrus mengungkapkan bahwa ia bertemu langsung dengan Kepala Kampung, tokoh-tokoh masyarakat, ketua RT/RW, serta warga setempat. Pada kesempatan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi yang dianggap penting bagi kesejahteraan mereka.

“saya berkesempatan bertemu langsung dengan kepala kampung, Tokoh-tokoh masyarakat, ketua – ketua RT ketua RW, serta beberapa tokoh masyarakat kalisusu” ujar wakil ketua II DPR provinsi Papua tengah

Perbaikan Infrastruktur Jalan dan Drainase

Warga mengeluhkan kondisi jalan di dalam kampung yang sudah bertahun-tahun tidak pernah diperbaiki, termasuk gang-gang kecil yang menurut mereka sangat memerlukan pengaspalan. Selain itu, ada akses jalan yang pernah dirintis, seperti jalur tembus dari Kalisusu ke Nabarua dan ke Kampung Kaliharapan, namun hingga kini tak pernah direalisasikan.

“dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih 3 jam ada beberapa aspirasi permintaan yang disampaikan oleh masyarakat kampung kalisusu yaitu, perbaikan jalan yang bertahun-tahun tidak pernah diperbaiki termasuk gang-gang kecil serta beberapa aspirasi lainnya” jelasnya

Masyarakat juga meminta perhatian pemerintah untuk membangun drainase dan tanggul penahan banjir di beberapa kali yang melintasi Kampung Kalisusu dan sejumlah kelurahan di Kota Nabire. Hal ini dinilai penting untuk mengurangi dampak banjir saat musim hujan.

Revitalisasi Pasar dan Penyediaan Air Bersih

Pasar pagi di Kampung Kalisusu menjadi sorotan warga karena kondisinya dinilai sudah tidak memadai. Pasar tersebut merupakan tempat utama bagi mama-mama Papua berjualan hasil kebun, sehingga renovasi dianggap mendesak.

Selain itu, warga juga mengeluhkan minimnya fasilitas air bersih. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk memastikan ketersediaan air bersih yang layak konsumsi.

Penanganan TPU dan Keamanan Lingkungan

Tempat Pemakaman Umum (TPU) Margulayu turut menjadi perhatian. Menurut warga, TPU tersebut sering disalahgunakan untuk kegiatan yang tidak bertanggung jawab, bahkan menjadi tempat nongkrong anak sekolah yang bolos. Masyarakat meminta adanya penanganan serius dari pemerintah terkait hal ini.

Warga juga menilai kondisi keamanan di Kampung Kalisusu dan Kota Nabire belakangan ini kurang kondusif. Mereka mendorong pembentukan pos keamanan lingkungan (pos kamling) untuk menjaga ketertiban.

Perhatian pada Sektor Kesehatan dan Pendulangan Emas

Selain infrastruktur, warga meminta peningkatan layanan kesehatan, kemudahan akses BPJS, serta komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Mereka juga berharap pemerintah memberikan kepastian terkait permasalahan di wilayah pendulangan emas tradisional, agar warga yang menggantungkan hidup dari sektor tersebut bisa merasa tenang.

Status Kampung Kalisusu Dinilai Layak Jadi Kelurahan

Di akhir pertemuan, masyarakat menyampaikan pandangan bahwa status Kampung Kalisusu seharusnya sudah ditingkatkan menjadi kelurahan. Alasannya, wilayah tersebut berada di tengah kota namun masih berstatus kampung.

“Mereka sering bertanya-tanya, ada apa sampai di tengah kota seperti ini pembangunan dan perbaikan jalan kampung tidak pernah mendapat perhatian? Padahal mereka merasa sudah selayaknya menjadi kelurahan,” ujar Petrus mengutip keluhan warga.

Petrus memastikan seluruh aspirasi ini akan dibawa ke tingkat pembahasan lebih lanjut di DPR Papua Tengah untuk diperjuangkan. ia juga merencanakan reses selanjutnya distrik mora mulai Sabtu hingga senin, (9-11/8). (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sejumlah Usulan OPD Belum Terakomodasi di APBD Perubahan 2026, Bupati Mimika: Masih Dibahas Internal

21 September 2026 - 07:19 WIB

IMG 20260921 WA0009

Polisi Ungkap Pembunuhan di Kamar Kos Jalan Kelimutu, Terduga Pelaku Diamankan

21 September 2026 - 01:13 WIB

IMG 20260921 WA0004

Turnamen Mini Soccer Pangkoops Habema Cup 2026 Resmi Bergulir, Semarakkan HUT ke-81 TNI di Mimika

21 September 2026 - 01:04 WIB

IMG 20260921 095857

Gereja Baru Berdiri di Aras, 43 KK Kini Tak Perlu Jauh Beribadah

21 September 2026 - 00:48 WIB

IMG 20260921 094800

Dinilai Melanggar Kode Etik Jurnalistik, Oknum Pimpinan Media Online Dilaporkan Bupati Johannes Rettob ke Polres Mimika 

21 September 2026 - 00:38 WIB

IMG 20260920 WA0037
Trending di Headline