Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

Komite III DPD RI Soroti Pelayanan Jemaah Haji di Arab Saudi, Temukan Sejumlah Masalah Serius

adminbadge-check


					Foto : Istimewa Perbesar

Foto : Istimewa

JAKARTA – Sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, Komite III DPD RI melakukan pemantauan langsung terhadap pelayanan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Delegasi dipimpin oleh Wakil Ketua I Komite III DPD RI, Prof. Dailami Firdaus.

Dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1446 H/2025 M, Komite III menemukan sejumlah persoalan serius yang dialami jemaah, terutama terkait peran dan kinerja syarikah atau perusahaan penyedia layanan haji di Arab Saudi.

“Kami mencatat sejumlah persoalan yang langsung dirasakan oleh jemaah dan harus segera ditindaklanjuti. Ini menyangkut prinsip pelayanan yang adil, layak, dan manusiawi,” ujar Prof. Dailami.

Adapun tiga permasalahan utama yang ditemukan di lapangan:

  1. Terpisahnya Akomodasi Pasangan dan Pendamping Lansia
    Sejumlah jemaah yang merupakan pasangan suami-istri atau lansia dengan pendampingnya ditempatkan di hotel berbeda karena pembagian layanan berdasarkan syarikah yang berbeda. Hal ini menimbulkan ketidaknyamanan dan tekanan psikologis, terutama bagi lansia yang membutuhkan pendampingan intensif.

  2. Keterlambatan Distribusi Kartu Nusuk
    Kartu Nusuk, yang menjadi syarat utama untuk masuk ke wilayah Madinah dan Mekkah, dibagikan secara tidak merata dan terlambat akibat perbedaan manajemen antar syarikah. Akibatnya, banyak jemaah tertahan atau ditolak masuk ke kota suci meskipun sudah tiba sesuai jadwal.

  3. Absennya Muthowif di Beberapa Kelompok Jemaah
    Sejumlah syarikah tidak menyediakan muthowif atau pemandu ibadah untuk prosesi umrah maupun haji. Hal ini membuat banyak jemaah bingung dan cemas, terutama mereka yang belum memahami secara menyeluruh tata cara ibadah dan kondisi medan di Tanah Suci.

Menanggapi pernyataan Kementerian Agama RI bahwa penunjukan delapan syarikah dilakukan untuk mencegah monopoli, Prof. Dailami menegaskan bahwa prinsip pemerataan harus diimbangi dengan standar kualitas layanan dan pengawasan ketat.

“Penunjukan banyak syarikah tidak masalah selama tidak mengorbankan mutu pelayanan. Kita butuh transparansi dalam kontrak, mekanisme evaluasi yang jelas, serta sanksi tegas atas pelanggaran. Niatnya baik, tapi implementasi di lapangan masih bermasalah,” tegasnya.

Komite III DPD RI mendorong Kementerian Agama untuk meningkatkan koordinasi dan pengawasan terhadap seluruh mitra penyelenggara di Arab Saudi, serta melakukan audit menyeluruh usai musim haji guna mencegah terulangnya masalah serupa.

“Negara wajib hadir secara penuh untuk melindungi jemaah. Kita tidak boleh membiarkan warga negara berjuang sendiri dalam menjalankan ibadahnya. Ini adalah amanat konstitusi dan nilai-nilai kemanusiaan,” pungkas Prof. Dailami.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lilin Solidaritas Menyala di Timika, Doa Dipanjatkan untuk Lima Wartawan yang Hilang di Anak Krakatau

14 September 2026 - 11:57 WIB

IMG 20260914 WA0048

Sambut HUT ke-30, Pemkab Mimika Siapkan Refleksi dan Doa Bersama

14 September 2026 - 11:25 WIB

IMG 20260914 WA0010

Gubernur Meki Minta LMA Jadi Jembatan Masyarakat Adat dan Pemerintah

14 September 2026 - 11:18 WIB

IMG 20260914 WA0024

Lenis Kogoya Desak Pembebasan Korban Penyanderaan di Mimika, Serukan Hentikan Pembunuhan Warga Sipil

14 September 2026 - 10:47 WIB

IMG 20260914 WA0020

Pelantikan LMA Korwil Papua Tengah, Lenis Kogoya Dorong Penguatan Peran Masyarakat Adat

14 September 2026 - 10:26 WIB

IMG 20260914 WA0016
Trending di Headline