TIMIKA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika, Papua Tengah menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pembinaan kesadaran bela negara bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. Kegiatan berlangsung di Hotel Cendrawasih Timika, Rabu (21/10/2026), mengusung tema “Pengabdian Profesi ASN sebagai Wujud Keikutsertaan Bela Negara”
Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan, memperkuat ideologi Pancasila, serta meningkatkan kesadaran ASN bahwa pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat merupakan bagian dari bentuk nyata bela negara.

Kasubid Pembinaan Karakter Bangsa Kesbangpol Mimika, Lodefikus Kaize, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti perwakilan ASN dari sekitar 46 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika, dengan masing-masing OPD mengutus dua orang peserta.
Sementara pembinaan disampaikan oleh narasumber dari unsur TNI dan Polri. Pada saat kegiatan berlangsung, narasumber yang hadir berasal dari Polres.
“Kesadaran bela negara bagi profesi ASN bukan berarti mengangkat senjata, melainkan bagaimana meningkatkan profesionalitas dan kedisiplinan dalam melayani masyarakat, di mana pelayanan prima harus diutamakan sebagai wujud nyata kesadaran bela negara,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Mimika, Ananias Faot, saat menyampaikan sambutan mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan Kesbangpol Mimika tersebut.
Ia menilai pembinaan kesadaran bela negara sangat penting untuk memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan nilai-nilai Pancasila, serta membangun tanggung jawab bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Bela negara bukan semata-mata tugas TNI dan Polri, bukan pula hanya berkaitan dengan mengangkat senjata, tetapi bela negara merupakan tanggung jawab seluruh warga negara yang diwujudkan melalui sikap, perilaku, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Menurut Ananias, bagi aparatur pemerintah, bela negara diwujudkan melalui kedisiplinan, integritas, pelayanan publik yang berkualitas, serta komitmen untuk mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Ia juga menekankan bahwa ASN harus menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, baik melalui perilaku sehari-hari, kepatuhan terhadap aturan, maupun penggunaan media sosial secara bertanggung jawab.
Kabupaten Mimika merupakan daerah dengan potensi pembangunan yang besar dan memiliki keberagaman masyarakat dari berbagai suku, agama, budaya, serta latar belakang sosial. Keberagaman tersebut, menurutnya, harus dipandang sebagai kekuatan untuk membangun daerah, bukan menjadi alasan terjadinya perpecahan.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga Mimika sebagai rumah bersama. Jangan sampai perbedaan kepentingan, kesalahpahaman, maupun informasi yang belum terverifikasi menimbulkan konflik yang merugikan masyarakat dan menghambat pembangunan,” katanya.
Ia mengajak seluruh peserta menjadi pelopor persatuan, penjaga kerukunan, serta agen perdamaian di lingkungan masing-masing. Apabila terjadi persoalan di tengah masyarakat, penyelesaiannya harus mengedepankan dialog, musyawarah, penghormatan terhadap nilai-nilai adat yang selaras dengan hukum, serta mekanisme penyelesaian yang sah.
“Sebagai ASN, kita harus memiliki integritas dalam kehidupan bermasyarakat dan bersosialisasi, baik di lingkungan pemerintah daerah maupun di tengah masyarakat. Kita harus menunjukkan perilaku yang baik dan menjadi contoh bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui kegiatan FGD tersebut, Pemkab Mimika berharap kesadaran bela negara semakin tertanam dalam diri setiap ASN dan diwujudkan melalui kinerja yang profesional, berintegritas, disiplin, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat. (Cr2)







