TIMIKA – Upaya menjaga kedamaian dan memulihkan rasa aman masyarakat di wilayah Kapiraya terus dilakukan oleh personel Pos Ramil Kapiraya melalui kegiatan pemantauan wilayah binaan secara rutin.
Langkah ini menjadi penting menyusul konflik perang suku antara masyarakat suku Mee dan suku Kamoro yang terjadi beberapa pekan lalu.

Pascakonflik tersebut, kehadiran aparat di tengah masyarakat diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas keamanan sekaligus memberikan rasa tenang bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dua personel Babinsa Pos Ramil Kapiraya, Sersan Massa dan Pratu Risal, terus berupaya menjalankan tugas pemantauan wilayah binaan secara maksimal. Keduanya melakukan pemantauan kondisi wilayah sebagai bagian dari upaya menjaga situasi keamanan agar tetap kondusif.
Bagi masyarakat yang pernah berada dalam situasi konflik, rasa aman menjadi hal penting untuk kembali menjalani kehidupan dengan tenang. Karena itu, pemantauan wilayah tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap situasi yang damai.

Kehadiran Babinsa di wilayah binaan diharapkan dapat membantu mencegah potensi gangguan keamanan serta mendorong terciptanya suasana yang lebih tenang di tengah masyarakat.
Di tengah situasi pascakonflik, menjaga kedamaian membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak. Masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh unsur terkait diharapkan terus mengedepankan dialog dan menghindari tindakan yang dapat memicu kembali pertikaian.

Melalui pemantauan rutin tersebut, Babinsa Pos Ramil Kapiraya berkomitmen mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif, sehingga masyarakat suku Mee maupun suku Kamoro dapat kembali menjalani aktivitas dengan rasa aman, saling menghormati, dan hidup berdampingan secara damai. Sebab, di atas setiap perbedaan, kedamaian dan keselamatan masyarakat tetap menjadi hal utama yang harus dijaga bersama. (Cr2)








