NABIRE – SMKS Kesehatan Anigou Nabire menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 pada 13–15 Juli 2026 dengan mengusung tema “Mengoptimalkan Potensi Diri untuk Meraih Prestasi.” Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, serta membangun karakter sejak hari pertama memasuki dunia pendidikan.
SMKS Kesehatan Anigou berada di bawah naungan Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua, yang juga membawahi SD Anigou dan SMP Anigou. Yayasan tersebut kini tengah mempersiapkan pengembangan pendidikan yang lebih tinggi melalui rencana pendirian Perguruan Tinggi Kesehatan Anigou.
Ketua Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua yang juga Kepala SMKS Kesehatan Anigou, Yosafat Nawipa, menjelaskan bahwa pelaksanaan MPLS berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan berbagai narasumber dari instansi pemerintah maupun tenaga pendidik.
“Kegiatan MPLS kami laksanakan mulai tanggal 13 sampai 15 Juli 2026. Materi yang diberikan berasal dari Kejaksaan Negeri Nabire, Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Puskesmas Kalibobo, serta guru-guru di lingkungan sekolah yang memberikan materi tentang wawasan kebangsaan, pengelolaan lingkungan sekolah, kurikulum, dan pengenalan jurusan,” ujar Yosafat Nawipa kepada media di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, pelaksanaan MPLS mengacu pada kebijakan pemerintah yang menitikberatkan pada pengenalan lingkungan sekolah tanpa memberikan beban berlebihan kepada peserta didik baru. Fokus utama kegiatan adalah membangun karakter, kemandirian, disiplin, serta menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.

Untuk Tahun Pelajaran 2026/2027, jumlah pendaftar di SMKS Kesehatan Anigou telah mencapai lebih dari 100 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 calon peserta didik telah mengembalikan formulir pendaftaran, sementara sebanyak lebih dari 70 siswa telah mengikuti kegiatan MPLS.
Para peserta didik baru nantinya akan menempuh pendidikan sesuai minat dan bakat masing-masing pada empat program keahlian yang tersedia, yaitu Farmasi, Kebidanan, Keperawatan Medis, dan Keperawatan Sosial.
“Kami tidak memaksakan siswa memilih jurusan tertentu. Mereka diberikan kebebasan menentukan program keahlian sesuai minat, bakat, dan cita-citanya. Ada yang memilih Farmasi, Kebidanan, Keperawatan Medis, maupun Keperawatan Sosial,” jelasnya.
Yosafat berharap seluruh peserta didik yang telah memilih menempuh pendidikan di SMKS Kesehatan Anigou dapat menyelesaikan studinya hingga lulus. Menurutnya, komitmen dan ketekunan menjadi modal penting dalam meraih masa depan yang lebih baik.
“Harapan kami, siswa yang sudah masuk ke sekolah ini dapat menyelesaikan pendidikannya sampai tamat. Mereka harus rajin, tekun, dan memiliki tekad untuk berhasil. Setelah lulus dari SMK, kami juga berharap mereka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai profesi yang dipilih,” katanya.
Ia menambahkan, pendidikan vokasi di bidang kesehatan merupakan investasi sumber daya manusia yang sangat penting bagi pembangunan daerah. Oleh karena itu, sekolah terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran serta menyiapkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap melanjutkan studi maupun memasuki dunia kerja.
Melalui pelaksanaan MPLS ini, SMKS Kesehatan Anigou berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengenal budaya belajar yang positif, serta mengembangkan potensi diri sebagai bekal untuk meraih prestasi dan mewujudkan cita-cita di masa depan. (MB)







