NABIRE – Pemutaran dan diskusi film Pesta Babi yang berlangsung di Aula SMKNegeri 2 Nabire, Sabtu (13/6/2026), menjadi ruang refleksi bersama bagi masyarakat adat untuk membahas masa depan tanah, hutan, dan sumber daya alam yang mereka miliki.
Kegiatan yang dimoderatori Natalis Iyai itu dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, anggota DPRK jalur Otonomi Khusus, akademisi, mahasiswa, pelajar, Dewan Adat Daerah Istimewa Totaa Mapihaa, Tim Perumus Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) Totaa Mapihaa, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Dalam pengantarnya, Natalis Iyai menjelaskan bahwa film Pesta Babi diputar sebagai bahan pembelajaran bagi masyarakat untuk melihat berbagai persoalan yang terjadi di wilayah lain dan kemungkinan dampaknya terhadap Totaa Mapihaa.
Senior Totaa Mapihaa, Stevanus Petege, mengingatkan masyarakat agar mulai membaca berbagai perubahan yang sedang terjadi di wilayah adat mereka.
Menurutnya, masuknya jalan trans, pembangunan, hingga berbagai investasi dapat membawa dampak positif maupun negatif bagi masyarakat adat.
“Kita harus duduk bersama dan membicarakan dampak baik maupun buruk sebelum mengambil keputusan terkait masuknya perusahaan ke wilayah adat,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPRK Dogiyai jalur Otonomi Khusus, Rudolf Anouw, menilai masyarakat tidak boleh menganggap wilayah Totaa Mapihaa aman dari berbagai ancaman terhadap tanah adat.
Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan kemampuan menulis, berbicara, serta mendokumentasikan berbagai persoalan yang terjadi di Papua.
“Perjuangan hari ini bukan lagi dengan panah dan perang, tetapi dengan tulisan, data, dan kemampuan berbicara,” ujarnya.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan mengenai perlindungan tanah adat, pentingnya persatuan masyarakat, serta perlunya mempercepat pelaksanaan Mubeslub Totaa Mapihaa sebagai forum strategis membahas masa depan wilayah adat tersebut.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan penggalangan dana sukarela yang berhasil mengumpulkan Rp455.000 untuk mendukung pelaksanaan Mubeslub Totaa Mapihaa. (MB)








