Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Diskusi Film “Pesta Babi” Bangkitkan Kesadaran Masyarakat Totaa Mapihaa Jaga Tanah Adat

Etty Welerbadge-check


					Diskusi Film “Pesta Babi” Bangkitkan Kesadaran Masyarakat Totaa Mapihaa Jaga Tanah Adat Perbesar

NABIRE – Pemutaran dan diskusi film Pesta Babi yang berlangsung di Aula SMKNegeri 2 Nabire, Sabtu (13/6/2026), menjadi ruang refleksi bersama bagi masyarakat adat untuk membahas masa depan tanah, hutan, dan sumber daya alam yang mereka miliki.

Kegiatan yang dimoderatori Natalis Iyai itu dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, anggota DPRK jalur Otonomi Khusus, akademisi, mahasiswa, pelajar, Dewan Adat Daerah Istimewa Totaa Mapihaa, Tim Perumus Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) Totaa Mapihaa, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

Dalam pengantarnya, Natalis Iyai menjelaskan bahwa film Pesta Babi diputar sebagai bahan pembelajaran bagi masyarakat untuk melihat berbagai persoalan yang terjadi di wilayah lain dan kemungkinan dampaknya terhadap Totaa Mapihaa.

Senior Totaa Mapihaa, Stevanus Petege, mengingatkan masyarakat agar mulai membaca berbagai perubahan yang sedang terjadi di wilayah adat mereka.
Menurutnya, masuknya jalan trans, pembangunan, hingga berbagai investasi dapat membawa dampak positif maupun negatif bagi masyarakat adat.

“Kita harus duduk bersama dan membicarakan dampak baik maupun buruk sebelum mengambil keputusan terkait masuknya perusahaan ke wilayah adat,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRK Dogiyai jalur Otonomi Khusus, Rudolf Anouw, menilai masyarakat tidak boleh menganggap wilayah Totaa Mapihaa aman dari berbagai ancaman terhadap tanah adat.
Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan kemampuan menulis, berbicara, serta mendokumentasikan berbagai persoalan yang terjadi di Papua.

“Perjuangan hari ini bukan lagi dengan panah dan perang, tetapi dengan tulisan, data, dan kemampuan berbicara,” ujarnya.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan mengenai perlindungan tanah adat, pentingnya persatuan masyarakat, serta perlunya mempercepat pelaksanaan Mubeslub Totaa Mapihaa sebagai forum strategis membahas masa depan wilayah adat tersebut.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan penggalangan dana sukarela yang berhasil mengumpulkan Rp455.000 untuk mendukung pelaksanaan Mubeslub Totaa Mapihaa. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lulus 131 Siswa SD YPPK Tiga Raja Waonaripi Timika: Kerja Sama Sekolah dan Orang Tua Kunci Masa Depan Anak

13 Juni 2026 - 14:19 WIB

20260613

Grand Opening CV. Suzuki Amungme Marine Timika (SAMT): Hadirkan Peluang Usaha dan Peningkatan Keterampilan di Mimika

13 Juni 2026 - 13:59 WIB

IMG 20260613 WA0056

Kembangkan Kasus Curanmor, Polres Mimika Sukses Ungkap 19 TKP Pencurian Lainnya

13 Juni 2026 - 13:55 WIB

IMG 20260613 WA0053

Siapkan 4 Titik Nobar Piala Dunia, Warga Diingatkan Tak Konvoi Berlebihan

13 Juni 2026 - 13:53 WIB

IMG 20260613 WA0052

Sambut HUT Bhayangkara ke- 80, Ratusan Warga Timika Olahraga Bersama di CFD

13 Juni 2026 - 13:50 WIB

IMG 20260613 WA0020
Trending di Headline