TIMIKA – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar pelatihan penanggulangan bencana dan kegiatan kekhususan bagi anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Distrik Amar, belum lama ini. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan di tingkat desa dan kelurahan.

Kepala Satpol PP Mimika, Yulius Koga, menjelaskan bahwa pelatihan ini disusun khusus untuk menambah wawasan dan kemampuan teknis para anggota Linmas yang tersebar di setiap kampung. Melibatkan pihak berwenang seperti BPBD dan Basarnas diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam, mulai dari tahap pencegahan, mitigasi, hingga penanganan darurat saat bencana terjadi.
“Kami menghadirkan narasumber dari BPBD dan Basarnas agar para anggota Satlinmas di Distrik Amar memahami secara utuh penanggulangan bencana, baik yang bersifat alam maupun sosial, hingga prosedur evakuasi yang benar. Mereka adalah garda terdepan yang kami andalkan di lapangan, sehingga bekal ilmu ini sangat krusial,” ungkap Koga kepada wartawan di Timika, Jumat (29/5/2026).
Pembekalan Ilmu dari Berbagai Sektor

Kolaborasi lintas sektoral ini berfokus pada peningkatan kapasitas agar Satlinmas benar-benar siap siaga. Materi yang diberikan mencakup tiga kompetensi utama:
– Manajemen & Mitigasi Bencana (BPBD): Edukasi pemetaan potensi bencana di wilayah masing-masing serta tata cara evakuasi warga yang aman dan tertib.
- Teknik Pencarian & Pertolongan (Basarnas): Pelatihan dasar Search and Rescue (SAR) hingga keterampilan pertolongan pertama pada gawat darurat (PPGD).
- Operasional & Ketertiban Umum (Satpol PP): Pemantapan kedisiplinan dan penguatan peran Satlinmas dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta ketenteraman masyarakat (Siskamling).
Satlinmas: Tulang Punggung Keamanan dan Keselamatan Warga
Yulius Koga menegaskan peran Satlinmas sangat vital dalam struktur keamanan dan keselamatan daerah. Menurutnya, merekalah yang paling dekat dengan masyarakat dan selalu menjadi yang pertama hadir saat ada musibah, baik itu banjir, kebakaran, maupun gangguan keamanan, sebelum bantuan dari instansi lain tiba.
“Linmas ini adalah tulang punggung kita di kampung. Saat ada masalah keamanan atau bencana, merekalah yang pertama kali menangani situasi. Namun sayangnya, selama ini peran strategis mereka kurang mendapatkan perhatian. Padahal tugas mereka sangat berat dan mencakup banyak hal,” tegas Koga.
Dalam pelatihan di Distrik Amar tersebut, Koga memastikan peserta tidak hanya dilatih soal ketertiban umum, tetapi juga dibekali keahlian khusus layaknya petugas penanggulangan bencana dan pertolongan.
Usul Pengangkatan Data dan Pemberian Honor
Di sisi lain, Koga menyampaikan harapan besar agar ke depan kesejahteraan anggota Satlinmas lebih diperhatikan. Ia mengusulkan agar pemerintah daerah dapat mengalokasikan honor bagi para anggota, mengingat luasnya jangkauan tugas dan jumlah anggota yang sangat besar.
“Organisasi Linmas ini sangat besar, jika didata jumlahnya bisa mencapai sekitar satu juta anggota. Harapan kami, ke depannya ada kepastian honor bagi mereka sebagai bentuk apresiasi. Selain itu, sosialisasi mengenai tugas dan fungsi Linmas juga harus lebih gencar dilakukan ke masyarakat,” tambahnya.
Langkah selanjutnya, Satpol PP Mimika berencana melakukan pendataan ulang anggota Satlinmas secara menyeluruh, mulai dari tingkat kampung hingga distrik, agar data menjadi akurat dan program pembinaan ke depan dapat lebih terarah dan tepat sasaran. Sinergitas antarinstansi pun terus ditekankan agar pemberdayaan Linmas berjalan maksimal di seluruh wilayah Mimika. (Etty)






