Menu ✖

Mode Gelap
DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah di ASEAN Staff Ahli DPD RI Papua Tengah Dorong Anak Muda Kreatif di Era Digital Program Sekolah Sepanjang Hari Gagasan Meki Nawipa Resmi Diluncurkan di Puncak Jaya BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua

Headline

PAD Mimika Turun, Gerindra Desak Pemkab Jelaskan Penyertaan Modal BUMD Rp5,8 Miliar

Etty Welerbadge-check


					PAD Mimika Turun, Gerindra Desak Pemkab Jelaskan Penyertaan Modal BUMD Rp5,8 Miliar Perbesar

TIMIKA — Fraksi Partai Gerindra DPRK Mimika meminta Pemerintah Kabupaten Mimika menjelaskan secara terbuka arah penyertaan modal kepada BUMD serta penyebab turunnya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam RAPBD Perubahan 2026.

Sorotan itu disampaikan Ketua Fraksi Gerindra DPRK Mimika, Elinus Balinol Mom, saat membacakan pandangan umum fraksi terhadap Nota Keuangan RAPBD Perubahan Mimika 2026 dalam rapat paripurna, Sabtu (27/9/2026).

Gerindra menaruh perhatian pada rencana penyertaan modal daerah sebesar Rp5,8 miliar. Fraksi meminta pemerintah tidak sekadar mencantumkan anggaran tersebut dalam APBD, tetapi menjelaskan tujuan penggunaan, target kinerja, proyeksi hasil serta manfaat yang akan diterima daerah dan masyarakat.

Menurut Gerindra, penyertaan modal harus memiliki ukuran keberhasilan yang jelas, termasuk kontribusi BUMD terhadap peningkatan pelayanan publik maupun pendapatan daerah.

“Kami meminta penjelasan mengenai tujuan, manfaat, proyeksi hasil, serta indikator keberhasilan penyertaan modal tersebut bagi peningkatan pelayanan publik,” kata Elinus.

Fraksi Gerindra juga mempertanyakan penurunan target PAD sebesar Rp1,032 triliun dalam rancangan perubahan APBD 2026. Pemerintah diminta menjelaskan faktor yang menyebabkan penurunan tersebut sekaligus langkah konkret untuk memperkuat kembali pendapatan daerah.

Gerindra mendorong pemerintah mengoptimalkan seluruh potensi pajak dan retribusi melalui pendataan yang lebih akurat, pengawasan serta pengelolaan yang transparan.

“Pemerintah daerah perlu lebih serius meningkatkan PAD dengan memastikan seluruh potensi pajak dan retribusi terdata secara akurat, dikelola secara transparan, serta dipungut secara optimal,” tegas Elinus.

Fraksi Gerindra menilai target pendapatan perlu disusun berdasarkan potensi riil daerah dan disertai strategi peningkatan penerimaan yang terukur.

Dalam RAPBD Perubahan 2026, pendapatan daerah direncanakan sekitar Rp5,053 triliun, sedangkan belanja daerah mencapai sekitar Rp6,164 triliun. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peresmian Kantor Sekaligus Peletakan Batu Pertama Pembangunan Koperasi LEMASMOS, Wabup Kemong Tegaskan Batas Wilayah Mimika Harga Mati  

27 September 2026 - 14:53 WIB

IMG 20260926 WA0129

Memilih Jalan Damai, Empat Anggota OPM Puncak Jaya Serahkan Senjata kepada Pangkoops TNI Habema dan Kembali ke Masyarakat

27 September 2026 - 14:35 WIB

IMG 20260927 WA0043

Black Head FC Juara Turnamen Mini Soccer Pangkoops TNI Habema 2026

27 September 2026 - 14:23 WIB

20260926

Dana Otsus Tahap II Terlambat, Kelompok Khusus Minta Pemkab Beri Penjelasan

27 September 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260927 WA0000

Fraksi Demokrat Soroti Pengelolaan Dana OTSUS yang Baru Terealisasi Sekitar 29 Persen

27 September 2026 - 13:14 WIB

20260926
Trending di Headline