Menu ✖

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI DPD RI Dorong Diplomasi Parlemen Perkuat Kepentingan Daerah di ASEAN

Headline

Dana Otsus Tahap II Terlambat, Kelompok Khusus Minta Pemkab Beri Penjelasan

Etty Welerbadge-check


					Dana Otsus Tahap II Terlambat, Kelompok Khusus Minta Pemkab Beri Penjelasan Perbesar

TIMIKA — Kelompok Khusus DPRK Mimika meminta Pemerintah Kabupaten Mimika membuka secara rinci pengelolaan APBD Perubahan 2026, terutama terkait rendahnya serapan anggaran, penggunaan SiLPA, keterlambatan Dana Otsus dan dominasi belanja operasi.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua Kelompok Khusus DPRK Mimika, Abrian Katagame, S.Pt., dalam Rapat Paripurna II Masa Sidang III DPRK Mimika, Sabtu (26/9/2026).

Kelompok Khusus menilai penyampaian Nota Keuangan masih bersifat umum sehingga pemerintah perlu memberikan penjelasan lebih detail mengenai realisasi anggaran, proyeksi hingga akhir tahun serta strategi percepatan serapan.

Dalam APBD Perubahan 2026, total belanja daerah direncanakan sekitar Rp6,1 triliun, dengan belanja operasi mencapai Rp4,6 triliun atau sekitar 74,6 persen. Sementara belanja modal hanya sekitar Rp1,1 triliun.

Kelompok Khusus meminta pemerintah menjelaskan langkah efisiensi belanja, terutama belanja pegawai dan operasional, serta memastikan efisiensi tidak justru diikuti penambahan honorarium maupun perjalanan dinas. Anggaran dinilai harus lebih diarahkan pada program yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Sorotan juga diberikan terhadap SiLPA sekitar Rp1,1 triliun yang menjadi sumber utama penerimaan pembiayaan. Pemerintah diminta menjelaskan berapa bagian SiLPA yang digunakan untuk menutup defisit dan berapa yang dialokasikan untuk membayar kewajiban kepada pihak ketiga.

Kelompok Khusus juga meminta strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap SiLPA sebagai sumber pembiayaan APBD.

Selain itu, keterlambatan penyaluran Dana Otsus tahap II menjadi perhatian serius. Pemerintah diminta menjelaskan kendala penyaluran serta langkah konkret agar keterlambatan tersebut tidak mengganggu pelayanan pendidikan dan kesehatan, khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP).

Pemerintah juga diminta menyampaikan realisasi Dana Otsus hingga triwulan III serta proyeksi penggunaannya dalam sisa waktu anggaran 2026.

Kelompok Khusus turut menyoroti rendahnya kinerja sejumlah OPD yang berdampak terhadap serapan APBD. Pemerintah diminta mengevaluasi pimpinan OPD dengan realisasi anggaran rendah, bukan hanya dari sisi administrasi, tetapi juga kemampuan mengeksekusi program dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Setiap rupiah dari uang rakyat dalam perubahan APBD 2026 harus benar-benar dikelola secara akuntabel demi mengakselerasi pembangunan di Tanah Amungsa dan Bumi Kamoro,” tegas Kelompok Khusus.

Kelompok Khusus menegaskan tetap menjadi mitra sejajar pemerintah daerah yang kritis, objektif dan konstruktif. Seluruh catatan dan pertanyaan tersebut diminta dijawab pemerintah secara rinci sebelum pembahasan APBD Perubahan 2026 dilanjutkan. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Festival Budaya Mimika Hidupkan Kembali Warisan Amungme-Kamoro

5 Oktober 2026 - 13:10 WIB

IMG 20261005 WA0038

Uskup Hilarion Ajak Umat Katolik di Fakfak Jaga Lingkungan dan Hindari Pembakaran Sembarangan

5 Oktober 2026 - 13:05 WIB

IMG 20261005 WA0035

OTK Bersenjata Parang dan Pisau Serang Pasutri di Paniai, Polisi Buru Pelaku

5 Oktober 2026 - 13:00 WIB

IMG 20261005 WA0032

Sopir Kadis Dukcapil Dogiyai Dibacok OTK, Polisi Kejar Pelaku

5 Oktober 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261005 WA0030

HUT ke-81 TNI, Dandim Mimika Tekankan Disiplin, Netralitas dan Kepedulian

5 Oktober 2026 - 12:14 WIB

IMG 20261005 WA0029
Trending di Headline