Menu

Mode Gelap
Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif

Headline

Pernyataan Wali Kota Jayapura Diduga Diskriminatif, Perwakilan Masyarakat Gunung Tuntut Permintaan Maaf

Etty Welerbadge-check


					Pernyataan Wali Kota Jayapura Diduga Diskriminatif, Perwakilan Masyarakat Gunung Tuntut Permintaan Maaf Perbesar

JAYAPURA — Sebuah potongan video pernyataan Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan, terutama masyarakat Papua Pegunungan.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, Abisai diduga menyampaikan pernyataan bernada rasis dan diskriminatif terhadap warga dari wilayah pegunungan Papua.

Dalam video tersebut, Wali Kota Jayapura terdengar mengatakan, “Karena yang biasa palang dan demo itu, saya pikir bukan orang Port Numbay, bukan orang Pantai, ini orang-orang gunung ini.” Ia juga menambahkan bahwa,” yang buat segala macam persoalan di Kota ini bukan orang Port Numbay, yang demo di Kota ini kita kembalikan ke kampung masing-masing supaya jangan ada yang merusak kota ini.”

Menanggapi pernyataan tersebut, sejumlah tokoh adat, mahasiswa, dan aktivis masyarakat Papua Pegunungan menyampaikan pernyataan sikap di Asrama Tolikara Jayapura pada Kamis malam (19/6/2025). Mereka menuntut klarifikasi resmi sekaligus permintaan maaf terbuka dari Wali Kota Abisai Rollo.

Rufus Muyapa, yang mewakili Kepala Suku Gunung, menegaskan bahwa pernyataan wali kota sangat melukai hati masyarakat pegunungan.

“Kami kepala suku tegaskan bahwa seluruh mahasiswa dan masyarakat kami minta: mohon maaf kepada orang gunung. Kalau tidak ada jawaban dalam 3–4 hari, kami akan turun aksi ke DPRP untuk buat pernyataan sikap bersama,” ujarnya.

Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Cenderawasih, Yunus Kobepa, juga mengecam pernyataan tersebut. Ia menuntut permintaan maaf terbuka dari Abisai Rollo dalam waktu tiga hari.

“Kami tidak mau dengar kata-kata diskriminasi rasial di antara etnis Papua. Papua itu satu. Klarifikasi saja tidak cukup, kami minta beliau mohon maaf secara resmi kepada seluruh orang gunung,” tegas Yunus.

Penanggung jawab kegiatan, Heri Aso, yang memfasilitasi pertemuan lintas elemen masyarakat malam itu menyatakan bahwa pernyataan Wali Kota telah melukai harga diri masyarakat gunung.

Ia menyebut, jika dalam waktu singkat tidak ada respons resmi berupa permintaan maaf, maka pihaknya akan menggerakkan aksi damai yang melibatkan tokoh adat, tokoh gereja, aktivis, dan masyarakat luas.

“Pernyataan kami ini disampaikan secara hormat. Tapi jika tidak direspons, kami akan turun aksi menyampaikan sikap secara hukum,” ujarnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua Umum PGGPT Dorong Rekonsiliasi Konflik Dua Kelompok Warga di Kapiraya, Soroti Dampak Pendulangan Emas

17 Februari 2026 - 14:52 WIB

Img 20260217 wa0033

Miras Lokal Masih Saja Ditemukan di Pelabuhan, Puluhan Liter Disita Polisi

17 Februari 2026 - 14:46 WIB

Img 20260217 wa0003

Pascapenyerangan di Mile Point 50, Polisi Lakukan Olah TKP

17 Februari 2026 - 14:42 WIB

Img 20260217 wa0001

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026 

17 Februari 2026 - 14:36 WIB

Img 20260217 wa0026

HUT ke-3 PGGPT, Gereja Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Papua Tengah

17 Februari 2026 - 13:29 WIB

Img 20260217 wa0024
Trending di Headline