Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

Peringati Hari AIDS Sedunia, Ini Pesan 2 Pendiri Yayasan di Mimika Bagi Masyarakat

Etty Welerbadge-check


					Peringati Hari AIDS Sedunia, Ini Pesan 2 Pendiri Yayasan di Mimika Bagi Masyarakat Perbesar

TIMIKA –  Memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) tahun 2024, tiga yayasan pemerhati Aids di Kabupaten Mimika menggelar serangkaian kegiatan bertajuk “Hak Setara untuk Semua, Bersama Kita Bisa.” Mengusung semangat global “Take the Rights Path,”.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh 3 yayasan ini, yakni Yayasan Melati Peduli Timika, Yayasan Hati Perempuan Papua, dan Yayasan Hati Bunda Papua berlangsung di Kantor Kampung Mawokaow Jaya, Distrik Wania, Mimika, Papua Tengah, Sabtu (14/12/2024), dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mendukung Orang Dengan HIV/AIDS (ODHIV) melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Perwakilan dari ketiga yayasan, Maria Dewi Talubun mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap ODHIV sekaligus upaya memperkuat komitmen terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) di Kabupaten Mimika.

“Dengan kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV serta meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujar Maria Dewi Talunun selaku Direktur Yayasan Hati Bunda Papua, yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia. Sabtu, (14/12/2024).

Menurutnya, Stigma dan diskriminasi membuat ODHIV menyembunyikan status HIV positifnya dan malu untuk memeriksakan kesehatannya. Akibatnya, mereka tidak akan mendapat pengobatan dan perawatan yang bisa berakibat meningkatnya risiko kematian ODHIV dan penularan HIV/AIDS di masyarakat.

Sehingga perlu dukungan semua pihak agar, dampak signifikan pada kualitas hidup secara keseluruhan tidak terlalu dirasakan oleh ODHIV jika tidak akan berdampak pada isolasi sosial, kesulitan keuangan, hilangnya kepercayaan diri dan lain-lain yang nantinya akan memperburuk kondisi ODHIV.

“Kita harus memberikan dukungan kepada mereka (ODHIV),” ungkap Maria.

Pada kesempatan yang sama, Yohana Arwam yang mewakili Kepala Distrik Wania menyampaikan jika dilihat dari data kasus HIV-AIDS tertinggi di Papua tahun 2023 tercatat di Kabupaten Nabire urutan pertama dengan 9.412 kasus, menyusul Kota Jayapura 7.953 kasus, Mimika 7.130 kasus. Artinya, Kabupaten Mimika menempati posisi ketiga di Provinsi Papua untuk jumlah kasus HIV/AIDS sehingga menjadi keprihatinan bersama.

“Kalau urutan ketiga untuk perlombaan itu sudah sangat bagus, itu suatu kebanggaan. Tapi kalau urutan ketiga untuk HIV/AIDS ini, kami malu dan tunduk kepala,” ujar Yohana Arwam.

Ia menekankan bahwa dukungan dari semua pihak sangat diperlukan untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV. Perhatian terhadap isu HIV/AIDS sempat mengendur setelah fokus pemerintah beralih ke masalah lain seperti Covid-19 dan stunting.

“Dulu masalah HIV/AIDS banyak mendapat dukungan karena ada anggaran yang tersedia, sama seperti saat Covid-19 muncul. Begitu juga dengan masalah stunting yang sekarang mendapat perhatian besar. Tapi kami yang memiliki kepedulian tetap memberikan dukungan dan peduli terhadap generasi Mimika dan juga ODHIV,” ungkapnya.

Yohana berharap adanya sinergi dari berbagai pihak untuk mendukung upaya pencegahan, perawatan, dan pemberdayaan ODHIV di Kabupaten Mimika, sehingga angka kasus HIV/AIDS dapat ditekan dan stigma terhadap ODHIV dapat dihapuskan.

Dengan posisi ketiga di Papua, Kabupaten Mimika menghadapi tantangan besar dalam menangani HIV/AIDS. Namun, melalui kepedulian yang terus menerus dan komitmen semua pihak.

“Diharapkan mimpi akan Mimika yang bebas diskriminasi dan peduli terhadap generasi mendatang dapat tercapai,” harapnya.

Sebelum panitia menggelar berbagai kegiatan berupa program “AIDS Goes to School” yang dilaksanakan pada 7 Desember 2024 yang melibatkan 100 siswa SMK Peduli Papua untuk sosialisasi HIV/AIDS. Acara puncak pada 14 Desember 2024 meliputi perayaan seremonial, pembagian bantuan sosial secara simbolis, dan doorprize. (Mercy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Timur Tengah, Keberangkatan Umroh Sementara Dipending

13 Maret 2026 - 13:54 WIB

IMG 20260313 WA0010

Penulis Buku Kontekstual Papua: Pembelajaran Harus Dekat dengan Kehidupan Siswa

13 Maret 2026 - 11:28 WIB

IMG 20260313 WA0224

John NR Gobai: Prioritaskan Anak Asli Papua dalam Jabatan Strategis, Wujudkan Pembangunan Berbasis Lokal Sesuai Amanat PP 106/2021

13 Maret 2026 - 11:24 WIB

IMG 20260313 WA0223

Pemprov Papua Tengah Lanjutkan Program Sekolah Gratis, Fokus Dorong Anak Papua Tetap Bersekolah

13 Maret 2026 - 11:19 WIB

IMG 20260313 WA0185

Pemprov Papua Tengah Sosialisasikan Buku Pembelajaran Kontekstual di SMA Negeri Meepago Nabire

13 Maret 2026 - 11:07 WIB

IMG 20260313 WA0183
Trending di Headline