Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

News

Masyarakat 7 Suku di Distrik Kuala Kencana Tegaskan Bahwa JOEL Menang Secara Demokrasi

Etty Welerbadge-check


					Masyarakat 7 Suku di Distrik Kuala Kencana Tegaskan Bahwa JOEL Menang Secara Demokrasi Perbesar

TIMIKA – Masyarakat 7 suku wilayah Distrik Kuala Kencana, melalui Tokoh Pemuda secara tegas menyatakan bahwa jumlah suara Paslon nomor urut 1, Johannes Rettob-Emanuel Kemong (JOEL) khusus di Distrik Kuala Kencana adalah suara murni pilihan masyarakat secara demokrasi, bukan suara beli atau mencuri dari Paslon lain seperti yang marak diberitakan lewat Media sosial.

Para tokoh pemuda ini menolak adanya pernyataan bahwa suara masyarakat 7 suku hanya untuk Paslon tertentu. Karena kenyataannya adalah masyarakat 7 suku tersebar di Paslon 1, 2 dan 3. Bukan hanya berada di salah satu paslon saja. Dengan demikian perwakila orang-orang tua, tokoh masyarakat 7 suku dari Distrik Kuala Kencana, melakukan klarifikasi agar tidak ada saling klaim tentang suara masyarakat 7 suku. Karena bagi mereka ketiga paslon adalah anak Mimika terbaik.

Tokoh pemuda, Jos Waker menjelaskan pilkada 2024 kemarin, di Distrik Kuala Kencana ada 50 TPS yang tersebar di 8 Kampung, 2 Kelurahan dengan jumlah DPT kurang lebih 23 ribu lebih. Masyarakat 7 suku di Distrik Kuala Kencana melaksanakan pesta demokrasi sesuai aturan, dimana masing-masing pendukung ke TPS dan memilih paslonnya sesuai hati nurani. Khusus untuk Paslon nomor urut 1 Johannes Rettob-Emanuel Kemong (JOEL) sejak awal masyarakat 7 suku sudah membuka sebanyak 45 posko. Dengan itu hasil kemenangan JOEL di Kuala Kencana sesuai demokrasi.

“7 suku di Distrik Kuala Kencana sudah jalankan Pesta Demokrasi dengan damai, tidak ada sistem noken atau jual beli suara. Suara JOEL dari TPS di Kuala Kencana murni suara rakyat. Tidak ada kecemburuan apapun selama pencoblosan, karena masyarakat 7 suku ada di ketiga Paslon yaitu JOEL, MP3 dan AIYE bukan hanya di 1 paslon saja,” kata Jos, Sabtu (13/12/2024) di SP3.

Tokoh Perempuan, Delince Tabuni menambahkan, politik itu seperti pertandingan bola kaki, dimana ada menang dan ada yang kalah. Sehingga bagi yang menang berarti yang terbaik, sementara yang belum berutung harus semangat dan terus berjuang. Karena ini bisa menjadi kemenangan yang tertunda, sehingga bisa menerima dengan lapang dada.

“Sebagai manusia kita hanya bisa merencanakan tetapi Tuhan yang berkehendak. Jadi apapun hasilnya itu sudah direncanakan dan ditentukan oleh Tuhan. Begitu juga kami tim pendukung JOEL, merasa kemenangan bapak JOEL ini adalah kehendak Tuhan bukan kekuatan kami, karena semua beralaskan Doa,” kata Delince.

Sementara itu Tokoh Pemuda suku Dani di Kuala Kencana, Yan Piter Weya mengatakan berita yang tersebar bahwa di Kuala Kencana dan Kwamki Narama suara 7 suku bungkus untuk Paslon 2 dan 3 itu tidak benar. Karena di masyarakat 7 suku ini tersebar di kwamki lama juga di kuala kencana dan wilayah lain di Mimika. Tersebarnya masyarakat 7 suku ini, juga tentu tersebar di tiga Paslon JOEL, MP3 dan AIYE. Bukan semua masyarakat 7 suku hanya ada di dua Paslon.

Kami 7 suku pendukung JOEL itu ada tergabung di posko-posko. Kami dengan hati, sungguh-sungguh mendukung paslon JOEL. Karena melihat banyak kerja nyata yang masyarakat sudah lihat dan nikmati program mereka,” kata Yan.

Untuk diketahui, pernyataan tokoh pemuda distrik kuala kencana ini lantaran beredar informasi di media sosial yang menyatakan bahwa Suara masyarakat 7 suku hanya untuk Paslon OAP yaitu MP3 dan AIYE. Bahkan ada pernyataan bahwa Paslon Nomor urut 1 adalah Non OAP, sementara Emanuel Kemong adalah putra asli Amungme dan Johannes Rettob adalah utusan Suku Kamoro karena dirinya telah diangkat menjadi anak adat Kamoro. Masyarakat 7 suku di Distrik Kuala Kencana berharap tidak ada lagi yang menyatakan JOEL adalah non OAP. Sehinga proses pelantikan segera dilakukan, agar bapak Bupati Johannes Rettob dan wakil bupati Emanuel Kemong bisa menjalankan tugas sebagai pemimpin daerah yang dipilih masyarakat untuk 5 tahun kedepan. (Red)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penembakan Terjadi di Area Grasberg PT Freeport, Polisi Masih Dalami Pelaku

12 Maret 2026 - 15:03 WIB

IMG 20260312 WA0227

Kapolda Papua Tengah Minta Pedagang Tidak Naikkan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan

12 Maret 2026 - 14:59 WIB

IMG 20260312 WA0227

Pemkab Mimika Bentuk Tim Khusus Penilaian Kinerja 133 Kepala Kampung

12 Maret 2026 - 12:11 WIB

IMG 20260312 WA0165

Sikapi Gangguan Kamtibmas, Polres Mimika Tingkatkan KRYD

12 Maret 2026 - 10:51 WIB

IMG 20260312 WA0024

250 Personel Gabungan Dilibatkan Dalam Operasi Ketupat Noken

12 Maret 2026 - 10:45 WIB

IMG 20260312 WA0024
Trending di Headline