Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

News

Bappeda dan WVI Project PASTI Kolaborasi Upaya Penurunan Stunting dan Gizi Buruk di Timika

Etty Welerbadge-check


					Bappeda dan WVI Project PASTI Kolaborasi Upaya Penurunan Stunting dan Gizi Buruk di Timika Perbesar

TIMIKA – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika bersama Wahana Visi Indonesia melalui Project PASTI Papua menggelar Workshop terkait Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku dalam percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Mimika yang berlangsung di Hotel Horison Diana, Rabu (11/12/2024).

Workshop tersebut dibuka oleh Staff Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Setda Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi yang dalam sambutannya mengatakan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting nasional sebesar 14% pada tahun 2024.

“Melalui workshop ini dapat menghasilkan panduan strategi komunikasi yang efektif untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju percepatan penurunan stunting di Kabupaten Mimika,” ujar Yoga.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi stunting di Provinsi Papua Tengah mencapai 39,48%. Sementara itu, angka stunting di Kabupaten Mimika tercatat sebesar 24,75%. Upaya intensif terus dilakukan agar angka ini dapat menurun secara signifikan di akhir 2024.

Selain itu workshop ini juga menekankan pentingnya pendekatan holistik dan integratif melalui koordinasi serta sinkronisasi antar perangkat daerah. Hal tersebut dinilai esensial untuk menyusun strategi komunikasi yang efektif dan selaras dengan kearifan lokal.

Ia juga menyampaikan pentingnya periode 1000 hari pertama kehidupan dalam mencegah stunting.

“Periode ini menjadi kunci optimalisasi pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan. Oleh karena itu, perhatian khusus harus diberikan melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif,” jelasnya.

Selain itu, ia menekankan perlunya pendekatan berbasis potensi lokal untuk mengidentifikasi akar masalah dan memberikan solusi yang tepat sasaran. Partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam menyusun dan melaksanakan strategi ini sangat diperlukan demi tercapainya keberhasilan bersama.

Sebagai penutup, Yoga berharap agar seluruh kegiatan yang dilaksanakan sepanjang 2024 dapat berkontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting di Mimika.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu mempermudah tugas kita bersama dalam melayani masyarakat,” tutupnya. (Mercy).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Mimika Bentuk Tim Khusus Penilaian Kinerja 133 Kepala Kampung

12 Maret 2026 - 12:11 WIB

IMG 20260312 WA0165

Sikapi Gangguan Kamtibmas, Polres Mimika Tingkatkan KRYD

12 Maret 2026 - 10:51 WIB

IMG 20260312 WA0024

250 Personel Gabungan Dilibatkan Dalam Operasi Ketupat Noken

12 Maret 2026 - 10:45 WIB

IMG 20260312 WA0024

Polres Mimika Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026

12 Maret 2026 - 10:40 WIB

IMG 20260312 WA0027

Wakil Gubernur Papua Tengah Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Noken 2026

12 Maret 2026 - 10:28 WIB

IMG 20260312 WA0018
Trending di Headline