Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

Tingkatkan Kualitas Skil Pencaker OAP, Disnakertrans Mimika Gelar Pelatihan

Etty Welerbadge-check


					Tingkatkan Kualitas Skil Pencaker OAP, Disnakertrans Mimika Gelar Pelatihan Perbesar

TIMIKA – Untuk meningkatkan kualitas skill pencari kerja agar dapat bersaing di dunia kerja, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menggelar kegiatan pelayanan antar kerja di daerah dengan sub kegiatan Pemberdayaan Bagi Orang Asli Papua (OAP) melalui kegiatan Kewirausahaan.

Kegiatan yang berlangsung di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (30/11/2024) ini dihadiri OAP yang telah mengikuti pelatihan, seperti salon (tata kecantikan), barbershop, cetak batako, multimedia dan barista.

Pj Sekda Mimika, Petrus Yumte yang membuka kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini sebagai upaya untuk meningkatkan jiwa berwirausaha bagi pencari kerja (Pencaker) khususnya pencari kerja orang asli papua (OAP) di Kabupaten Mimikα.

Oleh karena itu dengan pelatihan kewirausahaan diharapkan dapat meningkatkan kualitas skill pencari kerja untuk dapat bersaing di dunia kerja

“Semoga peralatan dan sertifikat yang di dapatkan dapat berguna bagi Pencaker dalam membuka usaha sendiri dan membuka lapangan pekerjaan di Kabupaten Mimika,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Mimika, Paulus Yanengga mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai pembekalan dasar-dasar kewirausahaan bagi peserta OAP yang telah mengikuti pelatihan dua bulan lalu seperti kelola dana, cara menghitung laba dan rugi serta pemasaran produk yang dihasilkan.

“Kita sudah latih mereka sebelumnya dan kasih alat ke setiap peserta. Nanti setelah mereka kembali ke tempat masing-masing, mereka bisa kembangkan usaha dan kami akan terus memantau,”jelas Yanengga. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Timur Tengah, Keberangkatan Umroh Sementara Dipending

13 Maret 2026 - 13:54 WIB

IMG 20260313 WA0010

Penulis Buku Kontekstual Papua: Pembelajaran Harus Dekat dengan Kehidupan Siswa

13 Maret 2026 - 11:28 WIB

IMG 20260313 WA0224

John NR Gobai: Prioritaskan Anak Asli Papua dalam Jabatan Strategis, Wujudkan Pembangunan Berbasis Lokal Sesuai Amanat PP 106/2021

13 Maret 2026 - 11:24 WIB

IMG 20260313 WA0223

Pemprov Papua Tengah Lanjutkan Program Sekolah Gratis, Fokus Dorong Anak Papua Tetap Bersekolah

13 Maret 2026 - 11:19 WIB

IMG 20260313 WA0185

Pemprov Papua Tengah Sosialisasikan Buku Pembelajaran Kontekstual di SMA Negeri Meepago Nabire

13 Maret 2026 - 11:07 WIB

IMG 20260313 WA0183
Trending di Headline