Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

Masa Tenang Pilkada, FKUB Gelar Doa Lintas Agama

Etty Welerbadge-check


					Masa Tenang Pilkada, FKUB Gelar Doa Lintas Agama Perbesar

TIMIKA – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mimika 2024 menghitung waktu, tepatnya pada Rabu, (27/11/2024). Masa tenang Pilkada Mimika, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika, gelar Doa Lintas Agama guna menciptakan suasana damai dan kondusif di moment Pilkada. Kegiatan berlangsung di Timika, Selasa (26/11/2024). Dihadiri Forkopimda, KPU, Bawaslu, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta perwakilan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Doa lintas agama dipimpin oleh Pdt. Elihut Sawaki mewakili Agama Kristen, I Made Kembardana mewakili Agama Hindu,  Ust. Abdul Syakir mewakili Agama Islam, Up Sutanto mewakili Agama Buddha dan Ps. Markus Apriyono mewakili Agama Katolik.

Jeffrey C. Hutagalung selaku ketua FKUB Kabupaten Mimika menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah dinamika politik menjelang hari pencoblosan.

Doa lintas agama ini adalah simbol harapan kita bersama agar Pilkada dapat berjalan dengan damai, jujur, dan adil,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai umat beragama diharapkan mampu menangkap pesan-pesan yang telah disampaikan oleh Bapak Pj Bupati untuk pelaksanaan Pilkada bisa berjalan dengan aman, damai sebelum dan sesudah Pemilihan.

Mimika merupakan rumah bersama jangan hanya karena masalah perbedaan pilihan menimbulkan pertikaian. Masing-masing pribadi memiliki hak konstitusional, memiliki kebebasan untuk memilih. Namun, hal yang paling utama adalah bagaimana persaudaraan itu tidak bisa dirubah oleh siapapun,” ujarnya.

Jefri juga menambahkan bahwa politik itu biasa, sehingga ia mengajak masyarakat untuk memaknai sebagai sebuah pesta yang dijalankan dengan sukacita.

Pesan saya agar semua umat beragama menggunakan hak pilihnya. Silahkan pilih Paslon yang ada, sesuai dengan hati nurani, visi-misi demi kemajuan Mimika. Semua paslon merupakan Putra putri terbaik di Kabupaten ini,” ungkapnya.

Kegiatan  doa lintas agama juga diiringi dengan pesan-pesan moral dari masing-masing pemuka agama yang menekankan pentingnya persaudaraan, toleransi, dan menjauhi provokasi yang dapat memecah belah masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Pilkada Kabupaten Mimika 2024 dapat menjadi contoh pelaksanaan demokrasi yang damai, berintegritas, dan menghormati keberagaman. (EWR)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Timur Tengah, Keberangkatan Umroh Sementara Dipending

13 Maret 2026 - 13:54 WIB

IMG 20260313 WA0010

Penulis Buku Kontekstual Papua: Pembelajaran Harus Dekat dengan Kehidupan Siswa

13 Maret 2026 - 11:28 WIB

IMG 20260313 WA0224

John NR Gobai: Prioritaskan Anak Asli Papua dalam Jabatan Strategis, Wujudkan Pembangunan Berbasis Lokal Sesuai Amanat PP 106/2021

13 Maret 2026 - 11:24 WIB

IMG 20260313 WA0223

Pemprov Papua Tengah Lanjutkan Program Sekolah Gratis, Fokus Dorong Anak Papua Tetap Bersekolah

13 Maret 2026 - 11:19 WIB

IMG 20260313 WA0185

Pemprov Papua Tengah Sosialisasikan Buku Pembelajaran Kontekstual di SMA Negeri Meepago Nabire

13 Maret 2026 - 11:07 WIB

IMG 20260313 WA0183
Trending di Headline