Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

Kansar Timika Tangani 25 Insiden Selama 2024, Mayoritas di Perairan

Etty Welerbadge-check


					Kansar Timika Tangani 25 Insiden Selama 2024, Mayoritas di Perairan Perbesar

TIMIKA – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Timika mencatat telah menangani 25 insiden kecelakaan sepanjang 2024, hingga 11 November.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan kecelakaan di perairan. Hal ini diungkapkan oleh Personel Kansar Timika, Olof Dimara, pada Selasa (21/11/2024).

Ia menambahkan bahwa dalam insiden banjir tersebut, enam orang korban berhasil diselamatkan tanpa korban jiwa.

“Dari 25 kejadian, 19 di antaranya adalah kecelakaan kapal, satu insiden bencana alam berupa banjir di Iwaka, serta lima kasus kondisi membahayakan manusia,” jelas Olof.

Total korban selamat dari seluruh kejadian mencapai 245 orang. Untuk kecelakaan kapal, 238 orang berhasil diselamatkan, sementara lima orang meninggal dunia, dan 32 lainnya dinyatakan hilang.

“Bencana alam berupa banjir di Iwaka melibatkan enam korban, semuanya selamat. Sedangkan pada lima insiden kondisi membahayakan manusia, satu orang selamat dan empat meninggal dunia,” terangnya.

Korban yang dinyatakan hilang adalah mereka yang tidak ditemukan setelah tujuh hari operasi SAR berlangsung. Namun, jika korban ditemukan selama operasi, statusnya akan dikategorikan sebagai selamat atau meninggal dunia.

Berdasarkan data Kansar Timika, mayoritas kecelakaan terjadi akibat kurangnya perhatian terhadap keselamatan, seperti tidak menggunakan peralatan keselamatan standar. Selain itu, cuaca buruk dan kondisi transportasi yang tidak memadai juga menjadi faktor signifikan.

“Kami terus mengimbau masyarakat, terutama yang berkegiatan di perairan, untuk lebih waspada terhadap faktor-faktor tersebut. Penggunaan alat keselamatan dan pemantauan cuaca sangat penting,” tambahnya.

Kansar Timika berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi berbagai insiden yang membahayakan masyarakat di Kabupaten Mimika. (Mercy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sikapi Gangguan Kamtibmas, Polres Mimika Tingkatkan KRYD

12 Maret 2026 - 10:51 WIB

IMG 20260312 WA0024

250 Personel Gabungan Dilibatkan Dalam Operasi Ketupat Noken

12 Maret 2026 - 10:45 WIB

IMG 20260312 WA0024

Polres Mimika Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026

12 Maret 2026 - 10:40 WIB

IMG 20260312 WA0027

Wakil Gubernur Papua Tengah Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Noken 2026

12 Maret 2026 - 10:28 WIB

IMG 20260312 WA0018

SKKP Survei Lokasi Pembangunan Dapur Makanan Bergizi Gratis di Nabire

12 Maret 2026 - 10:20 WIB

IMG 20260312 WA0017
Trending di Headline