TIMIKA – Presiden Joko Widodo ( Jokowi) bersama ibu negara Iriana Jokowi didampingi Ibu Wury Ma’ruf Amin, hadir langsung pada puncak peringatan Hari Anak Nasional( HAN) ke- 40 Tahun yang berlangsung di Istora Papua Bangkit Kabupaten Jayapura, Propinsi Papua pada Selasa(23/7).
Peringatan HAN 2023 mengusung tema” Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, dengan Sub Tema ” Suara Anak Membangun Bangsa. Hadir 6000 anak tingkat PAUD hingga SMA Se-Propinsi Papua. Pada peringatan tersebut, Presiden Jokowi tidak menyampaikan sambutan.
“Mungkin ini pertama kali puncak HAN di Papua dan dilaksanakan secara besar-besaran dan anak-anakpun menikmati. Saya juga tidak memberikan sambutan karena ini adalah harinya anak-anak,” kata Jokowi.
Jokowi pada kesempatan tersebut, memberikan penghargaan dan beasiswa program Indonesia Pintar secara simbolis yang diterima 10 anak perwakilan dari masing-masing wilayah di Indonesia.
Presiden juga turut dalam kemeriahan dengan menari bersama 2.600 penari dalam tarian kolosal bertajuk “Tari Tanah Kitorang”. Dimana tarian kolosal ini memecahkan Rekor Museum Republik Indonesia (MuRi).
Presiden dan Ibu negara juga memberikan kuis kepada anak-anak dan memberikan hadiah langsung kepada anak-anak yang menjawab dengan benar.
Pada puncak perayaan, juga diisi oleh penyampaian Suara Anak Indonesia oleh 38 anak perwakilan dari forum Anak Indonesia.
Sementara itu, dalam sambutan yang disampaikam Penjabat Gubernur Papua Ridwan Rumasukun , mengatakan peringatan HAN menjadi Momen penting dan menjadi tanggung jawab bersama dalam melindungi, mendidik dan membahagiakan anak-anak.
” Pengingat bagi kita terhadap pentingnya perlindungan terhadap anak- anak senahai generasi penerus bangsa yang harus kita jaga dan rawat dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hak dan kesejahteraan anak, “ujar Ridwan Rumasukun.
Dalam momen HAN, lanjutnya, Kita diajak untuk bersama sama menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak baik dari sisi pendidikan kesehatan perlindungan dan kesejahteraan. Juga perhatian khusus terhadap isu- isu yang dihadapi anak anak seperti kekerasan, ekploitasi dan diskriminasi,” sambungnya. (Zen)






