Yoti Gire: ” MeGe” Prioritas Keadilan sosial bagi Rakyat Indonesia
TIMIKA – Memiliki potensi Sumber Daya Alam( SDA) yang melimpah, Provinsi Papua secara umum dijuluki surga kecil yang jatuh kebumi.
Utamanya Papua Tengah, dengan keberadaan PT. Freeport Indonesia, menjadi daya tarik khusus, tidak heran banyak investor berlomba sekuat tenaga membenamkan investasi sebesar-besarnya di provinsi Papua Tengah.
Namun, derasnya investasi di Papua tengah, tidak berbanding dengan kehidupan masyarakat secara adil, merata dan sejahtera. Kerinduan akan keadilan terus berkobar dalam hati masyarakat.
Mereka mendambakan kehidupan yang damai, sejahtera, dan terhormat di atas tanah mereka sendiri. Sebagaimana disampaikan Ketua sayap Barisan Muda Partai Amanat Nasional( BM-PAM) Propinsi Papua Tengah ” Yoti Gire, Rabu lalu.
Atas dasar itu, pasangan calon Gubernur Propinsi Papua Tengah, Meki Nawipa-Deinas Geley (MiGe), berkomitmen mewujudkan harapan masyarakat di Propinsi Papua Tengah. Dalam konteks keragaman budaya dan kebhinekaan, dimana terdapat beragam suku, agama, bahasa, adat istiadat, dan tradisi.
Sebagai putra daerah Papua Tengah, Pasangan “MiGe” memiliki nilai plus untuk membangun pondasi awal Papua Tengah yang adil dan beradab, karena pasangan ini memiliki komitmen sejak awal terhadap bagaimana pemerintahan yang baik, pemerintahan bersih yang bisa memberi pelayanan ke masyarakat.
Meki Newipa dan Deinas Geley punya komitmen untuk membangun pemerintahan yang bersih dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Papua Tengah,” ujar Yoti Gire.
Pasangan asli Putra Papua Tengah sebagai manifestasi keberpihakan kepada Orang Asli Papua (OAP), lanjut Yoti Gire, kemampuan “MiGe”, tidak perlu diragukan.
“Beliau (MiGe-red) adalah mantan Bupati Paniai dan wakil bupati puncak Jaya. Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur ini memiliki komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang baik, termasuk bagaimana memprioritaskan berbagai macam hal dalam persoalan-persoalan pemerintahan untuk membangun pondasi awal Papua Tengah yang adil dan beradab“ lanjut dia.
Yoti Gire menambahkan,Sila ke 5 Pancasila, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia mencerminkan tekad untuk menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia. Sila ini mencerminkan tekad untuk menciptakan masyarakat yang adil, di mana hak dan kewajiban setiap individu dihormati, dan kesempatan untuk mencapai kesejahteraan bersama disediakan.
Daerah kita memiliki kekayaan alam yang melimpah, namun ketidakadilan ekonomi dan sosial terus mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat Papua tengah. Faktor-faktor seperti kurangnya akses pendidikan, ketidaksetaraan dalam distribusi sumber daya, serta pelanggaran hak asasi manusia menjadi elemen-elemen utama yang menyumbang pada ketidakadilan diPapua tengah.
Selanjutnya Misi Keadilan Bagi Masyarakat Papua tengah hadir pasangan ” MeGe” untuk menjawab kerinduan ini, dengan membangun pondasi awal Papua Tengah yang adil dan beradab menjawab kerinduan masyarakat Papua tengah.
Faktanya bahwa Papua masih banyak ketertinggalan yang mesti di proteksi dengan kebijakan politik untuk membuat lompatan-lompatan agar dapat sejajar dengan daerah lain di Indonesia. Untuk mengatasi ketidakadilan ini, diperlukan upaya bersama dari pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait untuk mengembangkan kebijakan yang lebih inklusif dan adil, serta memastikan bahwa suara dan aspirasi warga Papua didengar dan dihargai.
“Untuk itu saya mengajak kepada masyarakat bahwa,kita harus bekerja sama untuk membangun pondasi awal Papua Tengah yang lebih sejahtera, adil dan beradab. Masa depan Papua Tengah yang cerah terletak di tangan kita. Dengan komitmen dan kerja sama yang tulus, pasangan “MiGe” dapat membangun pondasi awal Papua Tengah dan mewujudkan Misi Keadilan dan beradab. Mari kita bersama satukan hati dan langkah untuk membangun pondasi awal Papua Tengah yang adil dan beradab,” pungkas Yoti Gire. (Zen)






