Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

20 Ton Beras Subsidi Disalurkan Bertahap ke Warga di Kelurahan Dinggonarama

Etty Welerbadge-check


					Foto bersama : Kepala Kelurahan Dinggonarama Oktovina Naa bersama staf dan warganya penerima  beras subsidi foto bersama anak-anak usai menerima tetes polio Perbesar

Foto bersama : Kepala Kelurahan Dinggonarama Oktovina Naa bersama staf dan warganya penerima beras subsidi foto bersama anak-anak usai menerima tetes polio

TIMIKA – Warga kelurahan Dinggonarama Distrik Mimika Baru, secara bertahap menerima beras  subsidi yang disalurkan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika.

Penyaluran beras subsidi tahap pertama pada bulan Mei, telah disalurkan 6 ton. Dan pada bulan Juni disalurkan 14 ton. Sebagaimana disampaikan Oktavina Naa, Kepala Kelurahan Dinggonarama, Sabtu (30/6).

Bulan kemarin 6 ton, sekarang kita terima 14 ton yang kita bagi dua kali. Jadi hari ini 7 ton dulu, setelah itu baru 7 ton berikut. Karena kalau muat sekaligus, kita tidak ada gudang penyimpanan, sementara kantor ini yang kita pakai tidak muat untuk tampung,” ungkap Oktovina.

Ia juga mengatakan, agar sampai ke warga, staf kelurahan mengantar langsung ke Ketua-Ketua RT menggunakan kendaraan roda tiga, selanjutnya ketua RT yang menyalurkan ke warganya.

Dari 12 RT dengan   6000 KK di Kelurahan  Dinggonarama, dengan jumlah jiwa 12 ribu, subsidi beras tersebut hanya diperuntukkan bagi warga kurang  mampu.

Meski tidak mengingat angka pasti warga kurang mampu, Ia pun menjelaskan bahwa beras subsidi 10 kg ini, dibagikan kepada warganya yang kesehariannya berprofesi  sebagai tukang ojek, pendulang, pekerja bangunan dan lainnya.

Beras tidak dibagi kesemua orang. Kami ada punya data jadi kami melihat warga yang kurang mampu kemudian beralamat didinggonarama KK dan KTPnya. Dikasih juga mereka menyerahkan KK ada yang petani ojek nelayan, tukang bangunan dan banyak warga dulang dan janda. Ada banyak pengusaha tapi mereka banyak dominasi di tempat lain cuma bisnisnya yang ada di Dinggonarama,” jelasnya.

Penyaluran beras subsidi tahap 2 ini juga diberikan kepada warga bertepatan dengan pemberian tetes polio kepada anak-anak. Di RT 4 dan 5, warga ambil di RT 5. Sedangkan RT 1hingga 3 dan RT 6 dan 7 lokasinya di kantor lurah.

“Ini kebijakan yang saya ambil karena kita kasih atau kejar target pemberian polio tapi kita tidak imbangi dengan makanan yang sehat dan bergizi percuma saja. Jadi kalau satu ibu datang dengan anaknya dua tiga, tetap dapat beras 1 sak 10 kg. Kita kasih makanan tambahan juga,ada bubur kacang, telur rebus, permen. Kita berharap, capaian tetes polio bisa capai 50 sampai 60 persen. Tahap 1 tetes polio ada 200 anak, ini tahap 2 jumlahnya belum ada karena masih sementara berjalan,” katanya lagi. (Zen)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemuda Katolik Komcab Paniai Gelar Diskusi dan Konsolidasi Menuju Rakercab I

10 Maret 2026 - 15:00 WIB

IMG 20260310 WA0258

Loka POM Intensifkan Pengawasan Pangan di Mimika Jelang Idulfitri

10 Maret 2026 - 14:44 WIB

IMG 20260310 WA0091

Modal Kemenangan Telak, Persipani Paniai Siap Hadang Juara Bertahan

10 Maret 2026 - 14:30 WIB

IMG 20260310 WA0262

Wagub Papua Tengah Pimpin Rakor Lintas Sektoral Operasi “Ketupat Noken” 2026 di Nabire

10 Maret 2026 - 14:25 WIB

IMG 20260310 WA0082

Pemda Dogiyai Bentuk Tim Harmonisasi Konflik Kapiraya, Dua Pesawat Dikirim Verifikasi Batas Adat

10 Maret 2026 - 14:13 WIB

IMG 20260310 WA0228
Trending di Headline