TIMIKA – Warga kelurahan Dinggonarama Distrik Mimika Baru, secara bertahap menerima beras subsidi yang disalurkan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika.
Penyaluran beras subsidi tahap pertama pada bulan Mei, telah disalurkan 6 ton. Dan pada bulan Juni disalurkan 14 ton. Sebagaimana disampaikan Oktavina Naa, Kepala Kelurahan Dinggonarama, Sabtu (30/6).
“Bulan kemarin 6 ton, sekarang kita terima 14 ton yang kita bagi dua kali. Jadi hari ini 7 ton dulu, setelah itu baru 7 ton berikut. Karena kalau muat sekaligus, kita tidak ada gudang penyimpanan, sementara kantor ini yang kita pakai tidak muat untuk tampung,” ungkap Oktovina.
Ia juga mengatakan, agar sampai ke warga, staf kelurahan mengantar langsung ke Ketua-Ketua RT menggunakan kendaraan roda tiga, selanjutnya ketua RT yang menyalurkan ke warganya.
Dari 12 RT dengan 6000 KK di Kelurahan Dinggonarama, dengan jumlah jiwa 12 ribu, subsidi beras tersebut hanya diperuntukkan bagi warga kurang mampu.
Meski tidak mengingat angka pasti warga kurang mampu, Ia pun menjelaskan bahwa beras subsidi 10 kg ini, dibagikan kepada warganya yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang ojek, pendulang, pekerja bangunan dan lainnya.
“Beras tidak dibagi kesemua orang. Kami ada punya data jadi kami melihat warga yang kurang mampu kemudian beralamat didinggonarama KK dan KTPnya. Dikasih juga mereka menyerahkan KK ada yang petani ojek nelayan, tukang bangunan dan banyak warga dulang dan janda. Ada banyak pengusaha tapi mereka banyak dominasi di tempat lain cuma bisnisnya yang ada di Dinggonarama,” jelasnya.
Penyaluran beras subsidi tahap 2 ini juga diberikan kepada warga bertepatan dengan pemberian tetes polio kepada anak-anak. Di RT 4 dan 5, warga ambil di RT 5. Sedangkan RT 1hingga 3 dan RT 6 dan 7 lokasinya di kantor lurah.
“Ini kebijakan yang saya ambil karena kita kasih atau kejar target pemberian polio tapi kita tidak imbangi dengan makanan yang sehat dan bergizi percuma saja. Jadi kalau satu ibu datang dengan anaknya dua tiga, tetap dapat beras 1 sak 10 kg. Kita kasih makanan tambahan juga,ada bubur kacang, telur rebus, permen. Kita berharap, capaian tetes polio bisa capai 50 sampai 60 persen. Tahap 1 tetes polio ada 200 anak, ini tahap 2 jumlahnya belum ada karena masih sementara berjalan,” katanya lagi. (Zen)






