TIMIKA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika KH. Muh Amin, AR, S.Ag, S.Pd, MM menegaskan bahwa Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) adalah ajang perlombaan bukan ritual keagamaan. Sehingga keterlibatan semua umat beragama sangat dibutuhkan untuk mensukseskan perlombaan keagamaan Islam Indonesia.
“Saya sampaikan bahwa MTQ ini bukan ritual tapi ini adalah perlombaan seperti lomba Pesparawi, Pesparani. Jadi tidak ada yang menghalangi keterlibatan saudara saudari kita yang beragama lain untuk terlibat. Kita butuh keterlibatan umat beragama lain untuk sukseskan perlombaan ini,” ungkap Amin di Sekretariat Panitia MTQ XXX Tingkat Provinsi se-Tanah Papua, pada Senin (27/5).
Dalam rapat itu, Amin juga menegaskan tentang masalah kebersihan Kota Timika, yang menurutnya kebersihan sebagian dari iman, maka perlu diwujudkan. Lebih khusu dalam rangka menjemput tamu-tamu peserta MTQ dari sejumlah Kabupaten di Tanah Papua.
“Alangkah baiknya kita jaga kebersihan, agar elok dilihat tamu-tamu kita. Jangan buang sampah sembarangan. Hal ini agar tamu-tamu saat kembali ke daerahnya masing-masing mebawa kesan Timika itu bersih, indah, aman, dan nyaman,” ucapnya.
Ia juga meminta tempat-tempat penjualan minuman keras ditutup sementara menjelang Idul Adha sampai selesai MTQ.
“Jangan sampai event ini ternodai dengan ulah oknum yang dipengaruhi Miras,” ucapnya. (EWR)






