Menu ✖

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana

News

Mendikdasmen Usulkan Program Indonesia Pintar untuk TK, Rp 450 Ribu per Siswa Tak Mampu

adminbadge-check


					Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti Perbesar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengusulkan adanya Program Indonesia Pintar (PIP) untuk tingkat Taman Kanak-Kanak (TK). Program ini ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu dengan besaran bantuan Rp 450 ribu per anak per tahun.

“Ya, PIP untuk TK ini baru kami usulkan di tahun anggaran 2026, sebagai komitmen kami dalam mendukung pelaksanaan wajib belajar 13 tahun,” kata Mu’ti di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Mu’ti menjelaskan, angka bantuan yang diusulkan memang masih relatif kecil. Namun, ia berharap nominal tersebut dapat ditambah pada pembahasan anggaran berikutnya. “Tadi kami usulkan Rp 450 ribu per anak per tahun. Mudah-mudahan bisa bertambah jika ada usulan lanjutan di rapat terbatas,” ujarnya.

Terkait jumlah penerima, Mu’ti menyebut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah masih melakukan perhitungan. Namun, ia menegaskan bahwa prioritas utama penerima PIP tetap siswa dari keluarga tidak mampu.

“Nanti jumlah penerimanya akan kami hitung lagi. Tapi prioritas tetap untuk murid dari keluarga tidak mampu,” jelasnya.

Sebagai informasi, Kementerian Keuangan telah mengalokasikan anggaran pendidikan tahun 2026 sebesar Rp 757,82 triliun. Dari jumlah itu, Kemendikdasmen memperoleh pagu indikatif Rp 55 triliun atau sekitar 7 persen dari total anggaran pendidikan.

Dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, Abdul Mu’ti juga mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 14,4 triliun. Tambahan dana tersebut direncanakan untuk membiayai sejumlah program prioritas, termasuk PIP TK dan insentif bagi guru non-ASN.

“Dengan pagu anggaran sebesar Rp 55 triliun, masih banyak rencana program dan kegiatan yang belum dapat terbiayai. Oleh karena itu, kami mengusulkan tambahan Rp 14,4 triliun untuk mendukung program-program prioritas,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi

26 Oktober 2026 - 13:41 WIB

IMG 20261026 WA0066

Bayi Laki-Laki Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Kantong Plastik di Jalan Megantara Timika

26 Oktober 2026 - 13:09 WIB

IMG 20261026 WA0019

HUT ke-70 GKI di Tanah Papua, Jemaat Diajak Perkuat Kasih, Keadilan, dan Kedamaian di Mimika

26 Oktober 2026 - 12:53 WIB

IMG 20261026 214619

Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan

26 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Gubernur dan rombongan melihat langsung proses pergerakan kendaraan di lapangan dari room kontrol

Tekan Stunting, TP-PKK Mimika Siapkan Satu Orang Tua Asuh untuk Setiap Anak

25 Oktober 2026 - 14:55 WIB

IMG 20261025 WA0029
Trending di Headline