Menu ✖

Mode Gelap
Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI

News

Mendikdasmen Usulkan Program Indonesia Pintar untuk TK, Rp 450 Ribu per Siswa Tak Mampu

adminbadge-check


					Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti Perbesar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengusulkan adanya Program Indonesia Pintar (PIP) untuk tingkat Taman Kanak-Kanak (TK). Program ini ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu dengan besaran bantuan Rp 450 ribu per anak per tahun.

“Ya, PIP untuk TK ini baru kami usulkan di tahun anggaran 2026, sebagai komitmen kami dalam mendukung pelaksanaan wajib belajar 13 tahun,” kata Mu’ti di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Mu’ti menjelaskan, angka bantuan yang diusulkan memang masih relatif kecil. Namun, ia berharap nominal tersebut dapat ditambah pada pembahasan anggaran berikutnya. “Tadi kami usulkan Rp 450 ribu per anak per tahun. Mudah-mudahan bisa bertambah jika ada usulan lanjutan di rapat terbatas,” ujarnya.

Terkait jumlah penerima, Mu’ti menyebut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah masih melakukan perhitungan. Namun, ia menegaskan bahwa prioritas utama penerima PIP tetap siswa dari keluarga tidak mampu.

“Nanti jumlah penerimanya akan kami hitung lagi. Tapi prioritas tetap untuk murid dari keluarga tidak mampu,” jelasnya.

Sebagai informasi, Kementerian Keuangan telah mengalokasikan anggaran pendidikan tahun 2026 sebesar Rp 757,82 triliun. Dari jumlah itu, Kemendikdasmen memperoleh pagu indikatif Rp 55 triliun atau sekitar 7 persen dari total anggaran pendidikan.

Dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, Abdul Mu’ti juga mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 14,4 triliun. Tambahan dana tersebut direncanakan untuk membiayai sejumlah program prioritas, termasuk PIP TK dan insentif bagi guru non-ASN.

“Dengan pagu anggaran sebesar Rp 55 triliun, masih banyak rencana program dan kegiatan yang belum dapat terbiayai. Oleh karena itu, kami mengusulkan tambahan Rp 14,4 triliun untuk mendukung program-program prioritas,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HMI Cabang Mimika dan GPII Papua Tengah Bagikan 150 Masker Gratis, Desak Pemkab Antisipasi Dampak Kabut Asap

11 Oktober 2026 - 02:43 WIB

IMG 20261011 114058

Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

11 Oktober 2026 - 02:09 WIB

IMG 20261011 WA0025

Mimika Genap 30 Tahun, Keluarga Perintis Pemekaran Pertanyakan Pengakuan atas Jasa Orang Tua “Jangan Dihapus dari Sejarah”

10 Oktober 2026 - 07:22 WIB

IMG 20261010 WA0011

Polres Mimika Dorong Pelajar SMP Negeri 10 Manfaatkan Peluang Beasiswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara

10 Oktober 2026 - 06:37 WIB

IMG 20261010 WA0009

Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Sebuah Kamar Hotel, Polisi Lakukan Penyelidikan

10 Oktober 2026 - 06:32 WIB

IMG 20261010 WA0007
Trending di Headline