NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar kerja bakti lingkungan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 yang mengusung tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (6/6/2026) ini melibatkan sekitar 600 peserta dari berbagai unsur pemerintah, TNI-Polri, BUMN, perguruan tinggi, sekolah, komunitas, hingga dunia usaha.
Kegiatan diawali dari Lapangan Upacara Kantor Gubernur Papua Tengah sebagai titik kumpul peserta sebelum melaksanakan aksi bersih sampah di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, dan Jalan Pepera di Kabupaten Nabire.

Berdasarkan surat undangan Sekretariat Daerah Provinsi Papua Tengah Nomor 600.4/662/SET/2026 tertanggal 3 Juni 2026, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam mendukung gerakan nasional penanganan perubahan iklim melalui aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan.
Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus A. Soemoele, dalam surat undangan tersebut mengajak seluruh instansi dan peserta yang telah ditetapkan untuk hadir menggunakan pakaian lapangan atau olahraga guna mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Peserta yang terlibat berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Nabire, TNI, Polri, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, sekolah menengah atas, serta berbagai komunitas peduli lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan Provinsi Papua Tengah menjadi instansi dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 150 orang.

Selain melaksanakan aksi pembersihan sampah, panitia juga menjadwalkan pembagian bibit tanaman gratis kepada masyarakat sebagai bagian dari gerakan penghijauan. Sampah yang terkumpul selanjutnya akan ditimbang sebagai bentuk evaluasi hasil kerja bakti.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 06.00 WIT dengan persiapan dan pengecekan perlengkapan, dilanjutkan apel bersama yang direncanakan dipimpin Gubernur Papua Tengah. Setelah pelaksanaan korve dan pembagian bibit, peserta akan mengikuti teleconference bersama Presiden Republik Indonesia dalam rangka mendukung gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Dalam sambutan tertulis Gubernur Papua Tengah yang dibacakan Victor Fun, S.Sos., M.Si. sebagai Asisten III Bidang Administrasi Umum pada Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Tengah. pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa peringatan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum membangun komitmen bersama dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan hidup.

Menurutnya, tema nasional “Saatnya Bekerja untuk Iklim” menjadi pengingat bahwa krisis iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan merupakan persoalan nyata yang harus dijawab melalui tindakan konkret.
“Papua Tengah diberkahi kekayaan alam yang luar biasa. Kita memiliki wilayah pesisir, sungai, lembah, hutan tropis, dataran tinggi, serta keanekaragaman hayati yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Kekayaan ini adalah anugerah Tuhan, tetapi sekaligus amanah yang harus kita jaga dengan tanggung jawab,” ujar Gubernur.
Ia menekankan bahwa alam Papua Tengah bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi ruang hidup, ruang budaya, identitas masyarakat, dan warisan bagi generasi mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah untuk melakukan tiga aksi iklim utama. Pertama, mengelola sampah secara bijak dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Kedua, menjaga hutan, tanah, dan sumber air melalui pembangunan yang berkelanjutan serta menghormati hak-hak masyarakat adat. Ketiga, melakukan penghijauan secara konsisten dengan menanam dan merawat pohon hingga tumbuh.
“Kemajuan tidak boleh dibangun dengan mengorbankan lingkungan. Kesejahteraan tidak boleh dibangun dengan meninggalkan kerusakan bagi generasi yang akan datang,” tegasnya.
Meki Nawipa berharap peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi titik balik bagi seluruh masyarakat Papua Tengah untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan memperkuat aksi nyata menghadapi perubahan iklim.
“Mari bekerja untuk iklim, bekerja untuk lingkungan, dan bekerja untuk masa depan Papua Tengah. Bumi tidak membutuhkan janji manis kita, tetapi membutuhkan aksi nyata kita,” pungkasnya. (MB)






