Menu ✖

Mode Gelap
Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua

Headline

Rektor IPB Ungkap Terobosan AI untuk Talent Management dan Hilirisasi Inovasi Kampus ke Masyarakat

Etty Welerbadge-check


					Rektor IPB Ungkap Terobosan AI untuk Talent Management dan Hilirisasi Inovasi Kampus ke Masyarakat Perbesar

TANGERANG — Rektor IPB University, Prof. Dr. Arif Satria, mengungkapkan sejumlah capaian dan inovasi strategis yang tengah dikembangkan IPB, termasuk peluncuran sistem manajemen talenta berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pertama di Indonesia untuk lingkungan perguruan tinggi.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Arif dalam kegiatan Indonesia Science Festival (ISF) 2025 dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama mitra strategis di ICE BSD City, Tangerang, Sabtu (8/11/2025).

Menurut Prof. Arif, sistem Talent Management berbasis AI yang dikembangkan IPB merupakan hasil kerja sama dengan ASQ dan pakar pengembangan sumber daya manusia Ari Kinanjar. Sistem ini dirancang untuk memetakan potensi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan secara lebih efektif.

Img 20251109 wa0016

“Kami sudah menyiapkan talent management berbasis AI, dan ini adalah tools pertama yang dikembangkan di Indonesia khusus untuk perguruan tinggi. Dengan sistem ini, kami bisa mendeteksi minat dan bakat mahasiswa, dosen, maupun pegawai secara efisien dan akurat untuk pengembangan karir mereka,” jelas Prof. Arif.

Dengan basis data tersebut, IPB dapat merekrut calon peneliti dan tenaga profesional secara lebih tepat sasaran.

“Kalau kami ingin merekrut peneliti dengan jiwa kewirausahaan, kami sudah punya database-nya. AI membantu kami memetakan talenta sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Prof. Arif juga menegaskan bahwa perkembangan AI tidak seharusnya ditakuti, melainkan dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung kemajuan manusia.

Img 20251109 wa0015

“AI itu hanya alat. Manusialah yang harus mengendalikan alat itu. Jadi, AI bukan ancaman bagi manusia, tetapi justru peluang besar untuk membantu kita menjadi lebih efisien,” ujarnya.

Sebagai contoh, ia menilai pemanfaatan AI dalam pertanian dapat mempercepat analisis data, prediksi cuaca, dan pemetaan lahan, sehingga produktivitas meningkat.

“Kita harus gunakan AI untuk kemaslahatan, untuk kebaikan, dan untuk kemajuan,” tegasnya.

Selain pengembangan teknologi AI, IPB kini memfokuskan diri pada percepatan hilirisasi inovasi kampus agar hasil riset lebih cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan industri.

“Kami sekarang mengarahkan kerja sama bukan hanya pada talent recruitment, tetapi juga percepatan hilirisasi inovasi. Banyak perusahaan yang mendukung IPB untuk program One Village One CEO,” ungkapnya.

Salah satu program unggulan adalah “Dosen Pulang Kampung”, di mana dosen IPB membawa satu inovasi kampus untuk diterapkan di daerah asal mereka.

“Sekitar 20 persen dosen IPB sudah mengikuti program ini, dan terbukti mempercepat implementasi inovasi di lapangan,” katanya.

IPB juga terus memperluas kerja sama internasional dengan berbagai universitas ternama dunia seperti Stanford University, Oxford University, dan mitra riset dari Korea Selatan. Kolaborasi tersebut, kata Prof. Arif, telah meningkatkan rasio pengembalian investasi riset IPB hingga 1 banding 83, naik dari sebelumnya 1 banding 70.

“Setiap 1 rupiah yang kami investasikan dalam riset kini menghasilkan sekitar Rp83 dalam bentuk manfaat ekonomi. Ini menunjukkan betapa besar dampak riset IPB terhadap masyarakat,” ujarnya bangga.

Dalam kesempatan yang sama, IPB juga memperkenalkan IPB Partnership Portal, sebuah platform digital yang mendokumentasikan seluruh bentuk kolaborasi kampus dengan mitra nasional dan internasional.

Platform ini memuat data kerja sama, dampak program, jumlah penerima manfaat, hingga profil mahasiswa penerima beasiswa.

“Harapannya, portal ini dapat menjadi dashboard satu pintu yang menampilkan semua inovasi, berita, dan capaian IPB. Mitra dapat melihat perkembangan kerja sama secara transparan dan berkelanjutan,” tutur Prof. Arif.

Ke depan, IPB akan terus mengembangkan portal ini agar menjadi ekosistem digital yang memperkuat sinergi kampus, industri, dan pemerintah.

Prof. Arif menutup dengan menekankan bahwa sinergi dengan mitra strategis — termasuk pemerintah daerah seperti Provinsi Papua Tengah menjadi kunci dalam membangun ekosistem pendidikan dan riset yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin membangun kolaborasi yang bukan hanya berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan nyata di lapangan,” pungkasnya.

Dengan visi inovatif dan adaptif terhadap teknologi, IPB University terus memperkuat posisinya sebagai kampus riset dan inovasi terbaik di Indonesia, yang tidak hanya mencetak ilmuwan, tetapi juga pencipta solusi bagi kemajuan bangsa. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Mimika Matangkan Perencanaan Kota Kapiraya, Siapkan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Wilayah Pesisir

22 Oktober 2026 - 16:14 WIB

20261022

Disdik Mimika Buka Dispensasi Sekolah di Tengah Kebijakan PJJ Akibat Kabut Asap

22 Oktober 2026 - 15:25 WIB

IMG 20261022 WA0003

Wabup Nabire Tekankan Edukasi dan Deteksi Dini dalam Pencegahan Penyakit Menular

22 Oktober 2026 - 15:19 WIB

IMG 20261023 WA0027

Harga Cabai di Timika Tembus Rp120.000/ Kilogram

22 Oktober 2026 - 15:15 WIB

IMG 20261023 001430

Satpol PP Mimika Sita 500 Liter Miras, Warga Diminta Lapor Di Aplikasi PAMU

22 Oktober 2026 - 15:04 WIB

IMG 20261023 WA0001
Trending di Headline