Menu

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah Gubernur Meki Nawipa Siapkan Coffee Morning Bersama Wartawan di Nabire Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua

Headline

Ketemu DPD RI, John NR Gobai: Blok Wabu Adalah Ruang Hidup Masyarakat Intan Jaya

Etty Welerbadge-check


					Ketemu DPD RI, John NR Gobai: Blok Wabu Adalah Ruang Hidup Masyarakat Intan Jaya Perbesar

JAKARTA – Suara lantang Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, mengingatkan para pemangku kepentingan agar tidak melihat Blok Wabu hanya sebagai lokasi tambang emas. Bagi masyarakat Intan Jaya, kata dia, Blok Wabu adalah ruang hidup, tanah adat, dan sumber kehidupan yang diwariskan leluhur.

“Kenapa orang menolak Blok Wabu? Karena itu gunung bula, tempat hidup mereka,” ucap Gobai penuh penekanan saat bertemu dengan anggota DPD RI di Jakarta, Jumat, (3/10/2025).

Gobai melukiskan kondisi nyata masyarakat Intan Jaya. Anak-anak tidak bisa bersekolah karena sekolah-sekolah tutup, sementara orang tua hidup dalam ketakutan di tengah konflik bersenjata.

“ Bagaimana mau ambil sumber daya, sementara anak-anak gadis, bapak, mama, dan keluarga mereka harus hidup dalam ketakutan, bahkan terbunuh?” tanyanya lirih.

Ia juga menyinggung soal dampak lingkungan yang mengancam.

“ Tailingnya mau dibuang ke mana? Apakah orang-orang di sekitar Gunung Bula harus diungsikan dari tanah mereka sendiri?” tegas Gobai.

Menurutnya, pembangunan seharusnya menyiapkan SDM lokal, bukan justru merampas ruang hidup. Ia bersyukur, dalam pertemuan sebelumnya Menteri ESDM memastikan bahwa Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Blok Wabu hingga kini belum ditandatangani.

Lebih jauh, Gobai mengingatkan agar tidak ada upaya cipta kondisi di Papua Tengah. Ia menolak penempatan pos-pos militer secara masif, perdagangan senjata, maupun segala bentuk provokasi yang justru menciptakan ketakutan baru.

“Konflik ini diciptakan oleh siapa? Negara atau kita sendiri? Mari kita koreksi diri bersama agar Papua Tengah tetap damai. Suara yang kita bawa ini adalah suara bersama, suara rakyat yang meminta keadilan,” ujarnya menutup pertemuan dengan DPD RI. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program MABUK, Daniel Tauwai Mengajarkan Arti Membaca Dimulai dari Rumah Inspirasi Kebadabi

26 Agustus 2026 - 13:30 WIB

IMG 20260826 WA0058

Anak Masih Berkeliaran hingga Larut Malam Jadi Perhatian, DP3AP2KB Dorong Penanganan Lintas Sektor

26 Agustus 2026 - 13:22 WIB

IMG 20260826 WA0044

Bupati Johannes Rettob Siap Lantik Koordinator KONI Distrik, Perkuat Pembinaan Olahraga hingga Kampung

26 Agustus 2026 - 13:15 WIB

20260826

Profiling ASN Kabupaten Mimika 2026 Dimulai, Bupati Tekankan Pentingnya Pemetaan Kompetensi

26 Agustus 2026 - 12:56 WIB

IMG 20260826 214306

Mimika for NTT, Saat Kepedulian Disatukan dalam Konser Amal dan 1.000 Lilin

26 Agustus 2026 - 09:01 WIB

IMG 20260826 WA0043
Trending di Headline