Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

Headline

BPS Nabire Catat Deflasi 0,14 Persen pada September 2025

Etty Welerbadge-check


					BPS Nabire Catat Deflasi 0,14 Persen pada September 2025 Perbesar

NABIRE – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nabire merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk bulan September 2025. Dalam pemaparan resmi yang digelar di Aula BPS Nabire secara hybrid, Rabu (1/10/2025), PLH Kepala BPS Kabupaten Nabire, Willy Andhika, SST, menyampaikan bahwa Kabupaten Nabire mengalami deflasi bulanan sebesar 0,14 persen.

Deflasi tersebut tercatat dari penurunan indeks harga konsumen, dari 113,10 poin pada Agustus 2025 menjadi 112,94 poin pada September 2025. Sementara itu, inflasi tahun ke tahun (September 2025 dibandingkan September 2024) tercatat sebesar 2,89 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (Januari–September 2025) sebesar 1,89 persen.

Menurut Willy Andhika, deflasi bulanan terbesar disumbang oleh kelompok transportasi dengan deflasi 1,72 persen, memberikan andil 0,19 persen terhadap total deflasi. Adapun lima komoditas utama penyumbang deflasi di Nabire antara lain:

* Cabai rawit (andil deflasi 0,27%),
* Bawang merah (0,22%),
* Angkutan udara (0,19%),
* Tahu mentah (0,02%),
* Ikan kakap merah (0,02%).

Selain itu, beberapa catatan peristiwa penting ikut mempengaruhi perkembangan harga pada September 2025. Di antaranya penurunan harga bawang merah akibat pasokan subsidi dari pemerintah daerah, penurunan harga ikan karena perbaikan jembatan menuju pasar tradisional, serta kenaikan harga emas mengikuti tren global. Harga tomat dan cabai rawit juga mengalami kenaikan akibat stok menipis dan masa panen yang belum optimal.

Sementara itu, inflasi tahunan di Nabire pada September 2025 masih didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi year on year tertinggi sebesar 6,8 persen dan andil 3,04 persen. Komoditas penyumbang inflasi tahunan terbesar meliputi beras (0,87%), bawang merah (0,53%), tomat (0,32%), kopi bubuk (0,22%), dan emas perhiasan (0,18%).

“Demikian paparan berita resmi statistik Kabupaten Nabire pada hari ini. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam mengambil kebijakan,” pungkas Willy Andhika. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Koops TNI Habema Evakuasi 44 Warga Pendulang Emas Dari Wilayah Rawan Gangguang Keamanan di Awimbon 

25 Mei 2026 - 10:25 WIB

IMG 20260525 WA0084

Evakuasi Humanis: Polres Boven Digoel Jemput dan Layani Puluhan Penambang Emas Asal Kawe

25 Mei 2026 - 08:17 WIB

IMG 20260525 WA0034

Gubernur Meki Nawipa Resmikan Guest House Elvis Tabuni dan Letakkan Batu Pertama Kantor Bupati serta DPRK Puncak

25 Mei 2026 - 08:14 WIB

IMG 20260525 171004

Rapat Koordinasi dan Konsolidasi LPPD Papua Tengah Bahas Kesiapan Pesparawi Nasional XIV

25 Mei 2026 - 06:43 WIB

IMG 20260523 WA0037

Pemerintah Distrik Tigi Barat Salurkan Beras Raskin untuk 22 Kampung

25 Mei 2026 - 06:39 WIB

IMG 20260523 WA0045
Trending di Headline