NABIRE – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi titik balik bagi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di provinsi termuda Indonesia ini. Melalui kebijakan sekolah gratis yang kini telah mencakup jenjang SMA dan SMK, Gubernur menegaskan komitmennya untuk menghadirkan keadilan sosial dan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Papua Tengah.
Mewujudkan Mimpi Melalui Sekolah Gratis
Setelah secara resmi meluncurkan program sekolah gratis pada akhir 2025 dengan alokasi awal Rp90 miliar, Gubernur Meki Nawipa memastikan bahwa di tahun 2026, program ini akan diperluas dan diperkuat. Kebijakan ini mencakup pembebasan biaya pendidikan bagi ribuan siswa di sekolah negeri maupun swasta.
”Pendidikan adalah kunci utama untuk mengubah nasib bangsa. Mulai tahun 2026, kita perkuat fondasi ini agar tidak ada lagi orang tua di Papua Tengah yang menangis karena tidak mampu membayar sekolah anaknya,” tegas Gubernur Meki Nawipa. Rabu (31/12/2025)
Fokus Utama Pembangunan Tahun 2026:
- Pendidikan Dasar hingga Menengah: Optimalisasi dana Otsus dan APBD untuk memastikan seluruh biaya operasional sekolah (BOS) daerah tersalurkan tepat waktu ke sekolah-sekolah di 8 kabupaten.
- Kehidupan Layak di Asrama: Revitalisasi asrama-asrama pelajar dan mahasiswa guna menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan disiplin.
- Infrastruktur Digital: Penggunaan teknologi smartboard dan akses internet di sekolah-sekolah untuk memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan antara kota dan pedalaman.
Harapan Baru bagi Rakyat
Langkah berani Gubernur Meki Nawipa ini dipandang sebagai upaya nyata dalam mengimplementasikan otonomi khusus yang menyentuh langsung akar rumput. Dengan sekolah gratis, beban ekonomi masyarakat berkurang signifikan, yang diharapkan berdampak pada peningkatan daya beli dan perbaikan gizi keluarga di Papua Tengah.
Gubernur juga berpesan kepada para siswa agar memanfaatkan fasilitas ini dengan belajar sungguh-sungguh. “Pemerintah sudah buka jalan, sekarang tugas anak-anakku adalah belajar untuk membangun tanah ini,” tutupnya.






