Jakarta – Indonesia dihadapkan pada krisis kemanusiaan yang mendalam. Bencana banjir dan longsor di lintas provinsi Sumatera dan Aceh telah menelan korban jiwa mencapai angka tragis lebih dari ribuan orang, sementara wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali mencuat di momentum HUT ke-61 Partai Golkar, Jumat (5/12/2025) malam.
Senator asal Provinsi Papua Barat Daya (PBD), Agustinus R. Kambuaya, S.IP., S.H., secara lantang meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengabaikan wacana politik tersebut dan memfokuskan energi negara sepenuhnya pada penanganan krisis.
Senator Kambuaya memperingatkan bahwa munculnya wacana politik 2029 di tengah masa duka ini merupakan upaya yang berbahaya, berpotensi mengalihkan perhatian dari akar masalah bencana.
“Wajib kita bertanya, mengapa isu politis ini dihembuskan di saat bencana sedang melanda negara kita. Apakah ini kontra isu dari isu kehancuran hutan, alam ekologi, dan lubang tambang yang menganga?” tegas Senator Kambuaya saat diwawancarai. Minggu, (07/12/2025).
Ia menegaskan, setelah jatuhnya ratusan korban, Presiden harus menganggap wacana Pilkada DPRD sebagai pengalih isu yang tidak memiliki urgensi. “Bapak Presiden jangan dulu berfokus kepada politik,” pesannya.
Sati ini ribuan korban jiwa adalah bukti nyata bahwa kawasan penyangga telah rusak akibat eksploitasi yang merusak.
“Kerusakan ini semua adalah akibat dari kawasan penyangga yang rusak. Ini bukan hanya bencana alam, tapi tragedi akibat izin yang merusak,” ungkapnya.
Senator Agustinus R. Kambuaya menuntut agar Presiden segera menjadikan reformasi ekologi sebagai agenda utama. Menurutnya Presiden harus segera melakukan audit total dan pencabutan izin Tambang Ilegal dan Perkebunan tak beraturan.






