Menu ✖

Mode Gelap
Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI

News

Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana

adminbadge-check


					Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana Perbesar

Jakarta – Indonesia dihadapkan pada krisis kemanusiaan yang mendalam. Bencana banjir dan longsor di lintas provinsi Sumatera dan Aceh telah menelan korban jiwa mencapai angka tragis lebih dari ribuan orang, sementara wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali mencuat di momentum HUT ke-61 Partai Golkar, Jumat (5/12/2025) malam.

Senator asal Provinsi Papua Barat Daya (PBD), Agustinus R. Kambuaya, S.IP., S.H., secara lantang meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengabaikan wacana politik tersebut dan memfokuskan energi negara sepenuhnya pada penanganan krisis.

Senator Kambuaya memperingatkan bahwa munculnya wacana politik 2029 di tengah masa duka ini merupakan upaya yang berbahaya, berpotensi mengalihkan perhatian dari akar masalah bencana.

“Wajib kita bertanya, mengapa isu politis ini dihembuskan di saat bencana sedang melanda negara kita. Apakah ini kontra isu dari isu kehancuran hutan, alam ekologi, dan lubang tambang yang menganga?” tegas Senator Kambuaya saat diwawancarai. Minggu, (07/12/2025).

Ia menegaskan, setelah jatuhnya ratusan korban, Presiden harus menganggap wacana Pilkada DPRD sebagai pengalih isu yang tidak memiliki urgensi. “Bapak Presiden jangan dulu berfokus kepada politik,” pesannya.

Sati ini ribuan korban jiwa adalah bukti nyata bahwa kawasan penyangga telah rusak akibat eksploitasi yang merusak.

“Kerusakan ini semua adalah akibat dari kawasan penyangga yang rusak. Ini bukan hanya bencana alam, tapi tragedi akibat izin yang merusak,” ungkapnya.

Senator Agustinus R. Kambuaya menuntut agar Presiden segera menjadikan reformasi ekologi sebagai agenda utama. Menurutnya Presiden harus segera melakukan audit total dan pencabutan izin Tambang Ilegal dan Perkebunan tak beraturan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HMI Cabang Mimika dan GPII Papua Tengah Bagikan 150 Masker Gratis, Desak Pemkab Antisipasi Dampak Kabut Asap

11 Oktober 2026 - 02:43 WIB

IMG 20261011 114058

Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

11 Oktober 2026 - 02:09 WIB

IMG 20261011 WA0025

Mimika Genap 30 Tahun, Keluarga Perintis Pemekaran Pertanyakan Pengakuan atas Jasa Orang Tua “Jangan Dihapus dari Sejarah”

10 Oktober 2026 - 07:22 WIB

IMG 20261010 WA0011

Polres Mimika Dorong Pelajar SMP Negeri 10 Manfaatkan Peluang Beasiswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara

10 Oktober 2026 - 06:37 WIB

IMG 20261010 WA0009

Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Sebuah Kamar Hotel, Polisi Lakukan Penyelidikan

10 Oktober 2026 - 06:32 WIB

IMG 20261010 WA0007
Trending di Headline