Menu

Mode Gelap
Meningkatnya Kriminalitas: Akar Masalah dan Solusi Holistik (Ditinjau dari Sosiologi Hukum) Banjir Bandang Sumatera: Alarm Bencana Ekologis dan Slow Violence di Seluruh Indonesia Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah Waket DPR Papua Tengah John Gobai Desak Penyediaan Sekolah, Puskesmas, dan Transportasi Umum di Perbatasan Mimika-Deiyai Kunjungan Kanonik Perdana Uskup Timika di Agimuga Disambut Meriah oleh Seribuan Umat Katolik Suku Amungme 80 Siswa di Raja Ampat Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis

News

TPNPB–OPM/West Papua Army di Nabire Peringati HUT ke-64 Kemerdekaan Papua Barat

adminbadge-check


					TPNPB–OPM/West Papua Army di Nabire Peringati HUT ke-64 Kemerdekaan Papua Barat Perbesar

NABIRE – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB–OPM) atau West Papua Army di Nabire, Papua Tengah, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 yang mereka sebut sebagai Hari Kemerdekaan Papua Barat pada 1 Desember 2025. Peringatan ini disebut sebagai momentum sejarah bagi perjalanan gerakan politik Papua Barat.

Dalam pernyataan yang diterima redaksi, TPNPB–OPM/West Papua Army menyampaikan bahwa perjuangan politik Papua Barat memiliki latar sejarah panjang yang merujuk pada 1 Desember 1961 sebagai hari penetapan simbol-simbol negara Papua Barat.

Simbol tersebut antara lain:

  • Nama negara: Republik West Papua
  • Bendera: Bintang Kejora
  • Lambang: Burung Mambruk
  • Lagu kebangsaan: Hai Tanahku Papua
  • Mata uang: Golden

Menurut kelompok tersebut, simbol dan manifesto 1961 merupakan bagian dari identitas yang dianggap tidak dapat dipisahkan dari sejarah Papua Barat.

Pembantu Sekretaris Jenderal West Papua Army, Sepnas Tenouye, dalam keterangannya menyatakan bahwa pihaknya menolak pelabelan “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” oleh pemerintah Indonesia. Ia menyebut rakyat Papua Barat adalah pejuang dan penjaga tanah leluhur. Kelompok ini juga menilai bahwa negara tidak membawa keadilan ke Tanah Papua serta menuding adanya perampasan hak masyarakat adat dan kerusakan ruang hidup.

TPNPB–OPM/West Papua Army dalam pernyataannya menyerukan penghentian operasi keamanan di wilayah adat Papua dan menolak eksploitasi sumber daya alam di Tanah Papua.

Mereka juga memuat beberapa poin sikap, antara lain:

1. Menganggap ULMWP sebagai wadah politik resmi bangsa West Papua.
2. Mengakui struktur kepemimpinan ULMWP, yaitu Presiden Eksekutif Menase Tabuni, Wakil Presiden Eksekutif Oktavianus Mote, dan Sekretaris Jenderal Markus Haluk.
3. Menyatakan tujuan pembentukan ULMWP untuk menyatukan komponen perjuangan Papua Barat.
4. Menempatkan West Papua Army sebagai wadah pemersatu berbagai komando dan unsur militer seperti TPNPB–OPM, TRWP, dan TNPB.

Pernyataan tersebut ditutup dengan ajakan kepada seluruh elemen perjuangan Papua Barat untuk tetap bersatu.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Mimika Lantik Pengurus IK3M 2025–2030, Tekankan Pentingnya Merawat Nilai Ain Ni Ain

6 Desember 2025 - 14:21 WIB

Img 20251206 wa0014

Warga Paniai Minta Presiden Tarik Pasukan Non Organik, DPR Papua Tengah: Paniai Aman

6 Desember 2025 - 13:46 WIB

Img 20251206 wa0006

Meningkatnya Kriminalitas: Akar Masalah dan Solusi Holistik (Ditinjau dari Sosiologi Hukum)

6 Desember 2025 - 03:00 WIB

Whatsapp image 2025 12 06 at 11.54.25

Banjir Bandang Sumatera: Alarm Bencana Ekologis dan Slow Violence di Seluruh Indonesia

6 Desember 2025 - 01:52 WIB

Whatsapp image 2025 12 06 at 10.37.10

Efisiensi Anggaran 2026, YPMAK Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Stabil

5 Desember 2025 - 22:00 WIB

Img 20251206 wa0005
Trending di Headline