Menu

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah Gubernur Meki Nawipa Siapkan Coffee Morning Bersama Wartawan di Nabire Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua

News

TPNPB–OPM/West Papua Army di Nabire Peringati HUT ke-64 Kemerdekaan Papua Barat

adminbadge-check


					TPNPB–OPM/West Papua Army di Nabire Peringati HUT ke-64 Kemerdekaan Papua Barat Perbesar

NABIRE – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB–OPM) atau West Papua Army di Nabire, Papua Tengah, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 yang mereka sebut sebagai Hari Kemerdekaan Papua Barat pada 1 Desember 2025. Peringatan ini disebut sebagai momentum sejarah bagi perjalanan gerakan politik Papua Barat.

Dalam pernyataan yang diterima redaksi, TPNPB–OPM/West Papua Army menyampaikan bahwa perjuangan politik Papua Barat memiliki latar sejarah panjang yang merujuk pada 1 Desember 1961 sebagai hari penetapan simbol-simbol negara Papua Barat.

Simbol tersebut antara lain:

  • Nama negara: Republik West Papua
  • Bendera: Bintang Kejora
  • Lambang: Burung Mambruk
  • Lagu kebangsaan: Hai Tanahku Papua
  • Mata uang: Golden

Menurut kelompok tersebut, simbol dan manifesto 1961 merupakan bagian dari identitas yang dianggap tidak dapat dipisahkan dari sejarah Papua Barat.

Pembantu Sekretaris Jenderal West Papua Army, Sepnas Tenouye, dalam keterangannya menyatakan bahwa pihaknya menolak pelabelan “Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)” oleh pemerintah Indonesia. Ia menyebut rakyat Papua Barat adalah pejuang dan penjaga tanah leluhur. Kelompok ini juga menilai bahwa negara tidak membawa keadilan ke Tanah Papua serta menuding adanya perampasan hak masyarakat adat dan kerusakan ruang hidup.

TPNPB–OPM/West Papua Army dalam pernyataannya menyerukan penghentian operasi keamanan di wilayah adat Papua dan menolak eksploitasi sumber daya alam di Tanah Papua.

Mereka juga memuat beberapa poin sikap, antara lain:

1. Menganggap ULMWP sebagai wadah politik resmi bangsa West Papua.
2. Mengakui struktur kepemimpinan ULMWP, yaitu Presiden Eksekutif Menase Tabuni, Wakil Presiden Eksekutif Oktavianus Mote, dan Sekretaris Jenderal Markus Haluk.
3. Menyatakan tujuan pembentukan ULMWP untuk menyatukan komponen perjuangan Papua Barat.
4. Menempatkan West Papua Army sebagai wadah pemersatu berbagai komando dan unsur militer seperti TPNPB–OPM, TRWP, dan TNPB.

Pernyataan tersebut ditutup dengan ajakan kepada seluruh elemen perjuangan Papua Barat untuk tetap bersatu.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sejarah Baru Di Paniai: DPD I KNPI Papua Tengah Gelar Pelantikan Dan Rakerda Perdana 

25 Agustus 2026 - 10:29 WIB

IMG 20260825 WA0010

Kasus Penganiayaan di Depan Pondok Amor, Polisi Masih Dalami Pelaku

25 Agustus 2026 - 10:12 WIB

IMG 20260825 WA0006

Pasca Evakuasi Nakes, Polisi Siapkan Koordinasi untuk Bantu Warga Jila

25 Agustus 2026 - 10:09 WIB

IMG 20260825 WA0007

Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz Dekatkan Polisi dengan Warga Muara Puncak Jaya

25 Agustus 2026 - 09:51 WIB

IMG 20260825 WA0004

Penyanderaan Warga Sipil di Jila Dikecam, Yeri Hamadi: Jangan Jadikan Rakyat Korban Konflik

25 Agustus 2026 - 09:48 WIB

IMG 20260825 WA0002
Trending di Headline