TIMIKA – Aliansi Pemuda Kei Kabupaten Mimika (APKM) menggelar kegiatan penyuluhan hukum bertajuk “Pemuda Kei Mimika Sadar Hukum” pada Sabtu (18/10), yang berlangsung di Timika.
Kegiatan ini perdana diinisiasi oleh bidang hukum APKM dan diikuti puluhan pemuda-pemudi Kei dari berbagai kompleks dan kampung di Mimika. Hadir sebagai narasumber, Kanit Reskrim Polres Mimika AKP Rian Oktaria, S.Tr.K., S.I.K, serta Juru Bicara YLBH Papua Tengah, Agli Harto Elkel, S.H.
Ketua APKM Yosep Temorubun, S.H., yang juga menjabat sebagai Direktur YLBH Papua Tengah, menyampaikan bahwa tujuan utama penyuluhan ini adalah untuk membangun kesadaran hukum di kalangan pemuda Kei, terutama dalam konteks pertanggungjawaban pribadi terhadap tindakan hukum.
“Potensi konflik yang terjadi di Timika sering kali melibatkan oknum dari kalangan pemuda kita. Meski hanya segelintir orang, tapi publik sering menggeneralisasi hingga membawa nama suku. Maka dari itu, penting bagi pemuda Kei memahami hukum dan menyadari bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi pribadi,” kata Yosep.
Lebih lanjut, Yosep menekankan bahwa menciptakan situasi keamanan di Mimika bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
“Kita libatkan berbagai kompleks dan kampung yang memiliki potensi konflik. Ini langkah untuk menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Senada dengan Yosep, Wakil Ketua APKM, Roni Leisubun, mengajak pemuda Kei untuk bangkit dari keterpurukan dan menekan angka kriminalitas di kalangan anak muda.
“Kita tidak bisa mengelak dari dinamika kehidupan, tapi kita bisa menekan angka kriminal. Ini momentum untuk pemuda Kei bangkit,” ucap Roni.
Ia juga menyoroti pengaruh negatif konsumsi minuman beralkohol yang kerap menjadi pemicu tindakan kriminal.
“Kebiasaan berkumpul sambil mengonsumsi minuman keras harus dikendalikan. Tubuh butuh alkohol? Mungkin. Tapi tidak dalam jumlah berlebihan. Kesadaran pribadi harus ditanamkan,” tegasnya.

Sementara itu, AKP Rian Oktaria dalam pesannya mengajak seluruh pemuda Kei untuk menjaga kekompakan dan menghindari konflik antar kampung maupun kelompok keluarga.
“Saya harap ke depan tidak ada lagi perselisihan antar kampung atau keluarga. Pemuda Kei harus tetap kompak dan bersatu,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, APKM berharap bisa menumbuhkan generasi pemuda Kei yang sadar hukum, bertanggung jawab secara pribadi, serta menjadi agen perdamaian di lingkungan masing-masing. (Etty)






