Menu

Mode Gelap
Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana Meningkatnya Kriminalitas: Akar Masalah dan Solusi Holistik (Ditinjau dari Sosiologi Hukum) Banjir Bandang Sumatera: Alarm Bencana Ekologis dan Slow Violence di Seluruh Indonesia Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah

Headline

Pemprov Papua Tengah Dorong Standar Kompensasi Hak Masyarakat Adat atas Hasil Hutan

Etty Welerbadge-check


					Pemprov Papua Tengah Dorong Standar Kompensasi Hak Masyarakat Adat atas Hasil Hutan Perbesar

NABIRE — Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan kajian akademik Rancangan Peraturan Daerah tentang Standar Kompensasi Hak Masyarakat Adat atas Hasil Hutan Kayu dan Bukan Kayu di Hotel Carmel, Nabire, Rabu (15/10).

Img 20251015 wa0240

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Papua Tengah, Zakharias F. Marey, S.Sos., M.T., yang mewakili Gubernur Papua Tengah, serta sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai unsur seperti akademisi, pengusaha hutan, dan tokoh masyarakat adat.

Turut hadir narasumber dari Universitas Papua (Unipa) Manokwari, yakni Rudi Maturbong, Petrus A., dan D. Renwarin, perwakilan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Papua, serta para peserta sosialisasi dan tamu undangan.

Img 20251015 wa0235

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papua Tengah,  Yan Richard Pugu, S.Hut, M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses panjang penyusunan regulasi daerah yang telah direncanakan sejak tahun 2022–2023.

FGD ini bertujuan menghimpun masukan dari berbagai pihak, termasuk akademisi, pengusaha, dan masyarakat adat, agar kebijakan kompensasi yang dihasilkan benar-benar berkeadilan dan dapat diterima semua pihak.

“Masukan dari para peserta menjadi sangat penting agar kebijakan yang kita susun memiliki kekuatan implementatif di lapangan dan bisa menjadi dasar hukum yang adil bagi semua pihak yang berkepentingan,” ujar Yan

Img 20251015 wa0244

Mewakili Gubernur Papua Tengah, Bapak Zakharias F. Marey, S.Sos., M.T. dalam sambutannya menegaskan bahwa penyusunan standar kompensasi atas hasil hutan merupakan langkah penting untuk menjamin keadilan bagi masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat.

“Kegiatan ini memiliki makna strategis, karena menyangkut identitas, martabat, dan keberlanjutan hidup masyarakat adat yang selama ini menjaga dan mengelola sumber daya alam di tanahnya sendiri,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen memastikan seluruh kegiatan pemanfaatan sumber daya alam, khususnya di sektor kehutanan, dilakukan dengan prinsip keadilan, keberlanjutan, dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat.

Img 20251015 wa0243

“Pembangunan di atas tanah Papua tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperkuat nilai kemanusiaan, menjaga keseimbangan alam, dan menghormati budaya yang diwariskan oleh leluhur,” tegas Marey.

Lebih lanjut, ia berharap melalui kegiatan FGD ini akan lahir sebuah kajian akademik yang kuat dan berkeadilan sebagai dasar penyusunan Peraturan Daerah Provinsi Papua Tengah tentang Standar Kompensasi Hak Masyarakat Adat atas Hasil Hutan Kayu dan Bukan Kayu.

“Perda ini nantinya diharapkan mampu memberi arah yang jelas dalam menetapkan standar kompensasi bagi masyarakat adat, agar tidak ada lagi ketimpangan antara pihak perusahaan dan pemilik hak ulayat,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Asisten Bidang Administrasi Umum membuka secara resmi kegiatan FGD tersebut dan mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama memperkuat tata kelola kehutanan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat adat.

“Semoga hasil FGD ini menjadi langkah nyata menuju tata kelola kehutanan yang berkeadilan dan memperkuat posisi Papua Tengah sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai kearifan lokal,” tutupnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban

8 Desember 2025 - 05:17 WIB

Apel gabungan di monas 1765161864707 169

DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta

7 Desember 2025 - 22:46 WIB

1001433151 2759921897

Momen Natal, OPM Dilarang Masuki Puncak Papua Tengah

7 Desember 2025 - 20:37 WIB

Img 20251207 wa0073

Lilin, Doa, dan Tarian Lapago: Identitas Budaya Menyatu dalam Peringatan HUT Ke-11 ULMWP di Jayapura

7 Desember 2025 - 20:33 WIB

Img 20251207 wa0065

Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana

7 Desember 2025 - 03:45 WIB

Whatsapp image 2025 12 07 at 12.44.46
Trending di News