Menu

Mode Gelap
Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah Waket DPR Papua Tengah John Gobai Desak Penyediaan Sekolah, Puskesmas, dan Transportasi Umum di Perbatasan Mimika-Deiyai Kunjungan Kanonik Perdana Uskup Timika di Agimuga Disambut Meriah oleh Seribuan Umat Katolik Suku Amungme 80 Siswa di Raja Ampat Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis Diduga Terjadi Pengeboman Oleh Aparat di Maybrat, LP3BH Manokwari Desak Komnas HAM dan Dewan HAM Internasional Bertindak Ketua DPD RI Optimistis Surpres RUU Daerah Kepulauan Terbit Pekan Ini: Keadilan Fiskal Harus Berlayar!

News

Putra Auye dari Pedalaman Siriwo Raih Gelar Sarjana Sosial Pertama 

Etty Welerbadge-check


					Putra Auye dari Pedalaman Siriwo Raih Gelar Sarjana Sosial Pertama  Perbesar

NABIRE – Sebuah kisah inspiratif lahir dari pedalaman Siriwo, Kabupaten Nabire. Daniel Mumakapa, putra asli suku Auye dari Kampung Aibore, mencatat sejarah baru sebagai sarjana sosial pertama yang lahir dan besar dari kampung tersebut. Ia resmi menyandang gelar Sarjana Sosial (S.Sos) dari Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire dalam yudisium yang digelar, Senin (13/10/2025).

Bagi masyarakat Kampung Aibore, capaian ini bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan tonggak kemajuan pendidikan di wilayah pedalaman. Daniel membuktikan bahwa tekad, doa, dan kerja keras mampu menembus segala keterbatasan.

Daniel menempuh pendidikan dasar di SD Inpres Negeri Aiboren dan lulus pada 2008. Ia kemudian melanjutkan ke SMP Bakti Mandala Nabire (lulus 2011) dan SMK Petra Nabire (lulus 2014). Tahun 2018, ia memulai kuliah di Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USWIM Nabire.

Namun, perjuangannya tak semulus yang diharapkan. Pada tahun 2021, Daniel harus menunda kuliah karena keterbatasan biaya.

“Teman-teman saya sudah wisuda waktu itu, tapi saya belum bisa karena belum punya uang untuk skripsi dan proposal. Saya putuskan berhenti sementara sambil berdoa dan menunggu waktu Tuhan,” tuturnya mengenang masa sulit itu.

Keteguhan imannya membuat Daniel tidak menyerah. Di tengah perjuangan hidup, ia justru dipercaya masyarakat menjadi Anggota DPRK Kabupaten Nabire periode 2024–2030. Dari sanalah jalan berkat terbuka ia dapat melanjutkan studi hingga dinyatakan lulus sebagai sarjana murni pertama dari Aibore.

Dalam tugas akhirnya, Daniel menulis skripsi berjudul: “Peran Pemerintah Distrik dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat terhadap Pemilihan Umum Legislatif maupun Pilkada di Distrik Wapoga Kabupaten Nabire, Papua Tengah.”

Skripsi ini dibimbing oleh:

* Bapak Petrus Yeimo, S.Sos., M.Si.
* Ibu Laxmi K.W. Ansanay, S.I.P., S.AB., M.Si.

Ucapan terima kasih ia sampaikan kepada Bapak Thomas A.R. Yawan, S.Sos., M.Si. selaku Ketua Jurusan sekaligus Ketua Yayasan Wiyata Cenderawasih, dan Bapak Petrus Tekege, S.H., M.Hum., Rektor USWIM Nabire, atas dukungan dalam proses akademiknya.

Daniel hidup berpegang pada firman Tuhan dari Yeremia 29:11:

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan.”

Ia mempersembahkan keberhasilan ini kepada kedua orang tuanya, alm. Jhon Mumakapa dan alm. Yosina Sidipa, yang telah membesarkannya dengan kasih dan doa. Tak lupa, ia mengungkapkan terima kasih kepada kekasihnya Fitriyah Badar, S.Sos., yang selalu setia mendukungnya dalam suka dan duka.

“Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa atas kasih dan karunia-Nya. Dari kampung kecil di pedalaman Siriwo, saya percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan,” ungkap Daniel penuh haru.

Kisah Daniel Mumakapa menjadi pesan kuat bagi generasi muda Papua Tengah, bahwa pendidikan adalah jalan menuju perubahan. Ia membuktikan bahwa asal-usul dari kampung terpencil bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita tinggi.

Keberhasilan Daniel menjadi simbol kebangkitan pendidikan di pedalaman, serta bukti nyata bahwa semangat belajar dan iman yang teguh mampu membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah.

“Dari Kampung Aibore, Siriwo untuk Nabire dan Papua Tengah yang maju dan bermartabat,” tutupnya penuh semangat.(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

APKM Pusat Kukuhkan Pengurus Wania dan Iwaka 

5 Desember 2025 - 11:57 WIB

20251205 111558

Musdat LMHA Dinilai Tidak Sesuai Mekanisme dan Prosedur Mekanisme, Lemasko Pimpinan Gerry Minta Dibatalkan

5 Desember 2025 - 10:59 WIB

Img 20251204 wa0021

Yohanes Yance Boyau Terpilih  dan Dikukuhkan Jadi Weyaiku Pertama LMHA Suku Kamoro/Mimikawe

5 Desember 2025 - 10:54 WIB

20251204 174919

LPPD Papua Tengah Gelar Rapat Konsultasi Persiapan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional 2026

5 Desember 2025 - 09:11 WIB

Img 20251205 wa0213

Menuju Kepastian Hak Ulayat: Papua Tengah Bahas Standar Kompensasi Hasil Hutan

5 Desember 2025 - 09:05 WIB

Img 20251205 wa0206
Trending di Headline