NABIRE — Sebanyak 141 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire resmi mengikuti yudisium kelulusan, Senin (13/10/2025).
Fakultas FISIP USWIM terdiri dari tiga program studi, yakni Ilmu Pemerintahan, Ilmu Administrasi Negara, dan Ilmu Administrasi Bisnis. Kegiatan berlangsung di aula kampus USWIM Nabire, dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, serta keluarga para peserta yudisium.
Dalam sambutannya, Rektor USWIM Nabire, Petrus Tekege, S.H., M.Hum., menyampaikan selamat dan apresiasi kepada 141 mahasiswa yang dinyatakan lulus setelah menempuh perjalanan panjang selama empat tahun.
“Peristiwa hari ini bukan kebetulan, tetapi hasil dari proses panjang, kerja keras, dan penyertaan Tuhan. Saya ucapkan selamat kepada 141 mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan studi,” ujarnya.
Petrus menegaskan bahwa keberhasilan meraih gelar sarjana bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk mengabdi kepada masyarakat.
“Jangan puas dengan gelar S1. Kalau bisa lanjutkan ke S2 bahkan S3. Dunia terus berkembang, dan kalian harus siap beradaptasi,” pesannya.
Rektor juga mengajak para lulusan untuk tidak hanya mencari pekerjaan di kota, tetapi kembali ke kampung halaman guna berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Apa yang sudah kalian pelajari selama kuliah harus dipraktikkan. Jangan tinggal di kota saja, tapi kembali ke masyarakat — ke pesisir, ke pedalaman, ke kampung-kampung. Ilmu sosial dan politik dibutuhkan untuk membina masyarakat,” tegasnya
Dalam kesempatan tersebut, Petrus Tekege mengingatkan seluruh lulusan agar selalu menjaga nama baik universitas.
“Nama baik kampus ini ada di pundak kalian. Di jalan, di kantor, di masyarakat — tunjukkan perilaku yang baik dan profesional. Jangan sampai orang mengenal alumni USWIM karena hal yang negatif,” katanya.
Rektor juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi di era digital.
“Hari ini kita tidak bisa hidup tanpa teknologi. Dunia kerja, bisnis, dan pemerintahan semuanya bergantung pada kemampuan digital. Karena itu, manfaatkan teknologi untuk berinovasi dan membuka lapangan kerja baru,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa lulusan FISIP harus berani menjadi pelaku usaha dan pemimpin masa depan, bukan hanya menunggu menjadi aparatur sipil negara (ASN).
“Jangan hanya berharap jadi PNS. Jadilah wirausaha, pemimpin, atau inovator di bidang kalian masing-masing,” ujarnya.
Tekege juga mengimbau agar setiap mahasiswa menyelesaikan administrasi akademik sebelum mengambil ijazah. Ia mengungkapkan masih terdapat sekitar 600 alumni USWIM yang belum mengambil ijazah karena belum melunasi kewajiban akademik.
“Kami tidak ingin alumni USWIM tercatat sebagai penganggur. Karena itu, selesaikan administrasi agar kalian bisa segera bekerja dan berkarya,” tegasnya.
Melalui yudisium ini, USWIM berharap lahir lulusan FISIP yang berintegritas, beretika, dan mampu menjadi agen perubahan bagi masyarakat Papua Tengah.
“Dengan ilmu sosial dan politik, kalian dipanggil untuk melayani, membangun, dan membawa perubahan. Jadilah generasi Papua Tengah yang cerdas, mandiri, dan bermartabat,” tutup Rektor. (MB)






