Menu

Mode Gelap
Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah Waket DPR Papua Tengah John Gobai Desak Penyediaan Sekolah, Puskesmas, dan Transportasi Umum di Perbatasan Mimika-Deiyai Kunjungan Kanonik Perdana Uskup Timika di Agimuga Disambut Meriah oleh Seribuan Umat Katolik Suku Amungme 80 Siswa di Raja Ampat Diduga Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis Diduga Terjadi Pengeboman Oleh Aparat di Maybrat, LP3BH Manokwari Desak Komnas HAM dan Dewan HAM Internasional Bertindak Ketua DPD RI Optimistis Surpres RUU Daerah Kepulauan Terbit Pekan Ini: Keadilan Fiskal Harus Berlayar!

Headline

Bupati Mesak Magai: Program Makan Bergizi Gratis Harus Sesuai Kondisi Papua

Etty Welerbadge-check


					Bupati Mesak Magai: Program Makan Bergizi Gratis Harus Sesuai Kondisi Papua Perbesar

NABIRE – Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire harus menyesuaikan dengan kondisi geografis Papua yang beragam. Hal itu ia sampaikan dalam acara peluncuran MBG di SD Negeri Inpres Oyehe, Kelurahan Oyehe, Kecamatan Nabire, Kamis (2/10/2025).

Menurut Bupati, program strategis nasional ini merupakan langkah penting untuk mencerdaskan anak bangsa sejak dini.

“Anak-anak yang lahir mulai tahun 2025 ke atas harus kita pastikan tumbuh sehat dan cerdas, sehingga kelak Indonesia memiliki generasi emas pada 2045,” ujar Mesak.

Ia menjelaskan, Nabire terbagi dalam tiga zona wilayah — pesisir dan kepulauan, pedalaman, serta pegunungan — sehingga tidak bisa hanya mengandalkan satu dapur besar seperti di Jawa.

“Lebih efektif jika dapur dikelola di tiap sekolah atau di titik tertentu sesuai kondisi lapangan,” tegasnya.

Bupati juga menekankan pentingnya memanfaatkan pangan lokal seperti ubi, sagu, petatas, sayur, dan ikan. Selain menjaga ketahanan pangan dan kesehatan anak, hal ini juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat Nabire.

Tak lupa, Mesak mengingatkan pentingnya pengawasan dan evaluasi rutin agar kualitas makanan tetap terjaga dan aman.

“Kita harus pastikan program ini berjalan dengan baik, aman, dan tepat sasaran. Jangan sampai ada isu-isu seperti keracunan yang pernah terjadi di daerah lain. Karena itu, pengawasan mingguan sangat penting,” pungkasnya.

Acara peluncuran MBG di Nabire turut dihadiri jajaran Forkopimda, instansi pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta pihak sekolah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

APKM Pusat Kukuhkan Pengurus Wania dan Iwaka 

5 Desember 2025 - 11:57 WIB

20251205 111558

Musdat LMHA Dinilai Tidak Sesuai Mekanisme dan Prosedur Mekanisme, Lemasko Pimpinan Gerry Minta Dibatalkan

5 Desember 2025 - 10:59 WIB

Img 20251204 wa0021

Yohanes Yance Boyau Terpilih  dan Dikukuhkan Jadi Weyaiku Pertama LMHA Suku Kamoro/Mimikawe

5 Desember 2025 - 10:54 WIB

20251204 174919

LPPD Papua Tengah Gelar Rapat Konsultasi Persiapan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional 2026

5 Desember 2025 - 09:11 WIB

Img 20251205 wa0213

Menuju Kepastian Hak Ulayat: Papua Tengah Bahas Standar Kompensasi Hasil Hutan

5 Desember 2025 - 09:05 WIB

Img 20251205 wa0206
Trending di Headline