NABIRE – Panitia Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motoprix Seri 2 Region E Papua Tengah 2025 resmi mengumumkan pelaksanaan ajang bergengsi tersebut yang akan berlangsung pada 26–28 September 2025 di Nabire, Papua Tengah. Dengan mengusung slogan “Kemenangan lahir dari keberanian menaklukkan tikungan – satu lintasan, satu nyali, satu juara”, event ini sekaligus menjadi langkah awal menuju persiapan PON 2028 di NTT dan NTB.
Konferensi pers digelar di Sekretariat Panitia Oyehe Nabire, Kamis (18/9/2025), dihadiri Ketua ATP Papua Tengah Laode Nuri Axendrut, Ketua Panitia Kejurnas Emmanuel You, serta Ketua KONI Papua Tengah Yosua Tipagau.
Agenda Nasional dan Legitimasi Penyelenggara
Ketua ATP Papua Tengah, Laode Nuri, menegaskan bahwa Kejurnas Motoprix merupakan agenda resmi IMI Pusat yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia setiap tahun. Untuk Region E sendiri, meliputi Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
“Melalui rapat koordinasi nasional Desember 2024 lalu, Papua Tengah mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah. Ini berkat dukungan klub-klub resmi yang terdaftar di IMI, memiliki legalitas akta notaris, dan rekomendasi KONI. Puji Tuhan, akhirnya kita bisa menyelenggarakan Kejurnas di tanah Papua,” jelas Laode.
Persiapan Panitia Capai 70%
Ketua Panitia Emmanuel You menyampaikan bahwa persiapan menuju event nasional ini sudah mencapai 70%. Arena balapan akan menggunakan area runway bandara lama Nabire yang telah mendapat izin pemerintah provinsi.
“Kami sudah mendapat dukungan penuh dari KONI dan Pemprov Papua Tengah, termasuk bantuan dana Rp1 miliar. Hadiah yang disiapkan juga cukup besar, yaitu tiga unit motor dan uang tunai Rp235 juta plus trofi,” ungkap Emmanuel.
Selain itu, panitia memastikan safety. menjadi prioritas utama. Tiga unit ambulans, dua unit mobil pemadam kebakaran, serta dukungan BPJS Ketenagakerjaan untuk seluruh pembalap telah dipersiapkan. Sistem transponder juga akan digunakan untuk menjamin transparansi dan menghindari kecurangan.
Tiket masuk untuk penonton digratiskan, namun parkir kendaraan tetap berbayar. Panitia juga menyediakan ruang bagi pelaku UMKM lokal agar dapat berjualan selama event berlangsung.
Dukungan KONI Papua Tengah
Ketua KONI Papua Tengah, Yosua Tipagau, menegaskan dukungan penuh terhadap Kejurnas Motoprix ini. Ia menilai event ini penting untuk menyiapkan bibit pembalap lokal menuju PON 2028.
“Walaupun Papua Tengah adalah provinsi baru, kita harus berani mengambil bagian dalam agenda nasional. Kejurnas ini bukan hanya ajang olahraga, tapi juga dorongan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM. Harapan kami, ada atlet-atlet otomotif Papua Tengah yang bisa tampil di PON 2028,” tegas Yosua.
Menuju PON 2028
Dengan dukungan pemerintah provinsi, KONI, serta antusiasme komunitas otomotif, Papua Tengah optimis Kejurnas Motoprix Seri 2 Region E akan sukses terselenggara. Selain menjadi panggung nasional bagi pembalap muda, event ini juga menjadi langkah strategis dalam mencetak prestasi olahraga Papua Tengah di kancah nasional. (MB)






