Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

Headline

Aksi Damai Kode R di Nabire, Desak Kebijakan Khusus Rekrutmen OAP

Etty Welerbadge-check


					Aksi Damai Kode R di Nabire, Desak Kebijakan Khusus Rekrutmen OAP Perbesar

NABIRE – Ratusan massa yang tergabung dalam Aksi Damai Kode R kembali menggelar aksi di depan Kantor BKD-SDM Provinsi Papua Tengah yang berlokasi di Bandara Lama Nabire, Senin (15/9/2025). Aksi tersebut dipimpin oleh Koordinator Umum, Yusak Nawipa, S.IP.

Dalam keterangan yang diterima awak media, Yusak menyampaikan tiga poin utama yang menjadi tuntutan mereka. Pertama, pihaknya mendesak adanya regulasi dan kebijakan jelas terkait Kode R, yang menurut mereka dikhususkan bagi Orang Asli Papua (OAP).

“Kami berharap pemerintah, khususnya Gubernur Papua Tengah dan BKD-SDM, segera menetapkan kebijakan khusus untuk mengakomodir Kode R,” tegas Yusak.

Kedua, mereka meminta agar jika ada penerimaan CPNS tahun 2025, maka Kode R diprioritaskan tanpa melalui proses seleksi ketat, melainkan hanya melalui tes formalitas. Ketiga, massa mendesak agar Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, segera melakukan pertemuan kembali dengan perwakilan Kode R sesuai surat permohonan yang telah mereka ajukan.

Yusak juga mengungkapkan bahwa persoalan Kode R sebelumnya telah dibicarakan hingga ke Kemenpan-RB dengan difasilitasi DPR dan DPD RI. Namun, hasil pertemuan menyatakan bahwa kewenangan pengaturan Kode R dikembalikan ke pemerintah daerah.

Sementara itu, dari pantauan media, massa aksi masih memblokade akses masuk Kantor BKD-SDM Papua Tengah hingga berita ini diturunkan, menunggu tanggapan resmi pemerintah daerah. Bahkan, salah seorang pendemo menyampaikan ancaman bahwa apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi, maka aksi dapat berujung pada pembakaran fasilitas kantor. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemerintah Provinsi Papua Tengah Pancangkan Fondasi Masa Depan Lewat Pembangunan Tiga Tower Perkantoran Terpadu

22 September 2026 - 00:22 WIB

IMG 20260922 WA0004(1)

John Gobai Ingatkan Kepala Suku Papua: Jangan Lagi Berikan Marga dan Gelar Adat Sembarangan

21 September 2026 - 10:18 WIB

IMG 20260921 WA0023

John Gobai: Perdasus OAP Nomor 14 Tahun 2026 Akan Dibahas untuk Direvisi

21 September 2026 - 10:07 WIB

IMG 20260921 WA0022

DPR Papua Tengah Imbau OAP Manfaatkan Layanan Kesehatan di 5 Klinik dan 8 RSUD Yang Didukung Dana OTSUS 

21 September 2026 - 09:48 WIB

IMG 20260921 WA0019

TNI Hadir Bersama Rakyat, Lanal Timika Gelar Bakti Sosial di Kampung Nawaripi

21 September 2026 - 09:38 WIB

IMG 20260921 183711
Trending di Headline