JAKARTA– Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia dari Provinsi Papua Tengah, Wilhelmus Pigai, memberikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas alokasi anggaran pendidikan yang mencapai Rp757,8 triliun untuk tahun 2026. Angka ini disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Saya sangat mengapresiasi kebijakan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Anggaran yang sangat besar ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah untuk memajukan pendidikan di seluruh pelosok negeri,” ujar Wilhelmus Pigai dalam keterangannya. Sabtu, (16/08/2025).
Menurutnya, besarnya anggaran ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk mewujudkan pemerataan pendidikan yang berkualitas.
“Harapan saya, anggaran ini dapat dikelola dengan baik dan transparan agar benar-benar berdampak positif bagi kemajuan pendidikan, terutama di daerah-daerah yang masih tertinggal seperti Papua Tengah,” tambahnya.
Peningkatan Kualitas Guru dan Afirmasi Pendidikan di Papua Tengah Jadi Prioritas Wilhelmus Pigai menyoroti beberapa isu krusial di Papua Tengah yang memerlukan perhatian khusus. Salah satunya adalah kebutuhan akan tenaga guru yang kompeten dan berdedikasi.
“Banyak guru yang dibutuhkan di Provinsi Papua Tengah. Saya berharap, dengan anggaran yang ada, rekrutmen guru dapat dilakukan secara masif. Selain itu, kami juga berharap para guru yang sudah bertugas dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan memiliki komitmen untuk bertahan di tempat tugas, terutama di daerah terpencil,” kata Wilhelmus.
Ia juga menekankan pentingnya perhatian khusus pada program beasiswa, khususnya bagi pelajar di Papua Tengah.
“Program beasiswa seperti PIP dan KIP Kuliah serta LPDP harus memiliki kebijakan afirmasi yang jelas untuk Papua Tengah. Anak-anak Papua Tengah memiliki potensi luar biasa, dan mereka butuh dukungan beasiswa agar bisa menempuh pendidikan setinggi-tingginya dan kembali membangun daerahnya,” tegasnya.
Wilhelmus berharap alokasi anggaran pendidikan ini tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang merupakan kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan dan ketertinggalan di Papua Tengah.






