JAKARTA – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin, menegaskan komitmen penuh lembaganya dalam mendukung Program Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada penguatan sistem pertahanan dan keamanan negara. Dukungan ini dinilai penting untuk menjaga kedaulatan dan melindungi kekayaan alam Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Sultan usai menghadiri Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusdiklatpassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Ia menegaskan, DPD RI akan mengawal kebijakan pertahanan nasional melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.
“Kita harus memastikan Indonesia memiliki militer yang tangguh, disegani, dan tidak mudah diremehkan di kancah internasional. Penguatan pertahanan adalah kunci melindungi sumber daya nasional yang tersebar di seluruh daerah,” ujar Sultan. Minggu, (10/08/2025).
Konsep Pertahanan Rakyat Semesta
Sultan menjelaskan bahwa konsep Pertahanan Rakyat Semesta tidak hanya menyangkut kesiapan militer, tetapi juga keamanan sosial, kemandirian ekonomi, dan kesiapsiagaan masyarakat di seluruh provinsi.
Sebagai senator, ia menekankan tugas DPD RI untuk memastikan alokasi anggaran perlindungan yang memadai, pemeliharaan infrastruktur, dan pemerataan pelatihan masyarakat. “Tidak boleh ada daerah yang tertinggal dalam kesiapsiagaan,” tegasnya.
Pemerataan Infrastruktur Pertahanan
Sultan mengapresiasi langkah pemerintah yang baru saja meresmikan enam Komando Daerah Angkatan Darat (Kodam), 14 Komando Daerah Angkatan Laut (Koarmada), dan tiga Komando Daerah Angkatan Udara (Koopsud). Menurutnya, pemerataan pembangunan infrastruktur pertahanan harus menjadi prioritas agar keamanan nasional berawal dari kekuatan daerah.
Sebagai putra daerah Bengkulu, ia menekankan pentingnya penguatan pertahanan di wilayah pesisir barat Sumatera yang strategis sebagai gerbang Samudra Hindia. “Kesiapan strategi di wilayah ini harus diimbangi dengan dukungan infrastruktur dan kekuatan militer memadai, termasuk penguatan Kodam XXI/Raden Inten yang baru,” jelas Sultan.
Pesan Presiden Prabowo
Dalam kesempatan itu, Sultan juga mendukung penuh pesan Presiden Prabowo yang menegaskan bahwa NKRI tidak akan pernah bisa ditaklukkan. Meski Indonesia cinta damai dan tidak menginginkan perang, namun bangsa ini tidak akan pernah rela kembali dijajah.
“Sejengkal tanah pun tidak boleh diganggu. Semua elemen bangsa harus bersatu padu mempertahankan negara,” tegas Presiden Prabowo.
Upacara tersebut juga diwarnai sejumlah momen penting, seperti kenaikan pangkat Danjen Kopassus menjadi bintang tiga, pelantikan Pangdam di Kodam baru, serta pemberian gelar Jenderal Kehormatan kepada Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala BIN Herindra, Agus Sutomo, almarhum Ali Sadikin, dan Yunus Yosfiah.
Presiden Prabowo mengingatkan bahwa pengalaman dijajah harus menjadi pelajaran berharga, sehingga Indonesia harus memiliki militer yang kuat dengan dukungan penuh dari rakyat.






