Menu

Mode Gelap
Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas

Headline

Ratusan Warga Intan Jaya Arak Jenazah Ibu Hamil dan Bayinya, Korban Kontak Tembak

Etty Welerbadge-check


					Ratusan Warga Intan Jaya Arak Jenazah Ibu Hamil dan Bayinya, Korban Kontak Tembak Perbesar

INTAN JAYA – Suasana duka menyelimuti Kota Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (3/7/2026). Ratusan warga mengiringi prosesi pemulangan jenazah Melkiana Duwitau bersama bayi laki-lakinya yang meninggal dunia usai insiden kontak tembak di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa.

Prosesi penghormatan terakhir dimulai dari RSUD Intan Jaya. Sebelum dibawa ke rumah duka, kedua jenazah diarak mengelilingi Kota Sugapa sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus ungkapan belasungkawa dari masyarakat.

IMG 20260703 WA0044

Sepanjang perjalanan, warga berjalan kaki sambil membawa pamflet bergambar Melkiana dan bayi yang dikandungnya. Arak-arakan berlangsung khidmat, diiringi doa serta rasa duka mendalam atas kepergian ibu dan anak tersebut.

Melkiana menjadi korban dalam insiden kontak tembak antara TNI dan TPNPB yang terjadi di Kampung Wandoga pada Kamis (2/7/2026) malam.

Setelah Melkiana dinyatakan meninggal dunia, tim medis sempat melakukan operasi untuk menyelamatkan bayi yang masih berada di dalam kandungannya. Namun, bayi laki-laki tersebut juga tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.

Anggota Tim Penanganan Konflik Kabupaten Intan Jaya, Naftali Maisini, mengatakan arak-arakan dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir dari masyarakat kepada kedua korban.

“Ratusan masyarakat mengarak dua jenazah mengelilingi Kota Sugapa. Setelah itu jenazah dibawa ke rumah duka,” ujar Naftali.

Menurutnya, prosesi berlangsung mulai pukul 11.40 WIT hingga sekitar pukul 13.00 WIT. Selanjutnya, jenazah dibawa ke rumah duka di Kampung Wabowagapa, Desa Wandoga, untuk disemayamkan bersama keluarga.

Arak-arakan tersebut menjadi potret duka yang mendalam bagi masyarakat Intan Jaya. Kehadiran ratusan warga yang mengiringi perjalanan terakhir Melkiana dan bayinya mencerminkan rasa kehilangan yang dirasakan masyarakat.

IMG 20260703 WA0045

Di tengah prosesi tersebut, warga juga menyampaikan harapan agar tidak ada lagi masyarakat sipil yang menjadi korban dalam konflik bersenjata yang masih berlangsung di wilayah Intan Jaya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SMKS Kesehatan Anigou Nabire Gelar MPLS 2026, Tanamkan Kemandirian dan Semangat Berprestasi bagi Peserta Didik Baru

14 Juli 2026 - 07:06 WIB

IMG 20260714 WA0141

Resmi Jabat Kapolres Mimika, AKBP Alredo Prioritaskan Keberlanjutan Program dan Peningkatan Pelayanan Kepada Masyarakat

14 Juli 2026 - 07:01 WIB

IMG 20260714 WA0136

Sentuhan Adat dan Pedang Pora Warnai Penyambutan Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak

14 Juli 2026 - 06:56 WIB

IMG 20260714 WA0117

Pemkab Deiyai Lepas 20 Putra-Putri Terbaik Menempuh Pendidikan di Mepa Boarding School Nabire

13 Juli 2026 - 12:48 WIB

IMG 20260713 WA0154

Kapolda Papua Tengah Lantik Irwasda, Dansat Brimob, Karorena dan Dua Kapolres

13 Juli 2026 - 12:37 WIB

IMG 20260713 WA0126
Trending di Headline