Menu

Mode Gelap
Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas

Headline

Program Family Farming DKP Mimika Sasar Keluarga OAP di Mawokau Jaya

Etty Welerbadge-check


					Program Family Farming DKP Mimika Sasar Keluarga OAP di Mawokau Jaya Perbesar

TIMIKA – Bersumber dari dana Otsus, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Mimika kembali mensosialisasikan Program Family Farming sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di wilayah Kabupaten Mimika.

Program Family Farming tahun ini akan dilaksanakan di Kampung Mawokau Jaya, Karang Senang, SP3, Kampung Damai, Kampung Matoa, Wonosari Jaya, Sempan, Timika Indah, Kampung Poumako, dan Kampung Wania.

Sosialisasi program kali ini dilaksanakan di Kantor Kampung Mawokau Jaya, Distrik Wania, Rabu (10/6/2026) yang diikuti delapan keluarga Orang Asli Papua (OAP).

Melalui program Family Farming, pemerintah menyediakan berbagai bantuan berupa bibit tanaman pangan bergizi dan bibit ikan yang dapat dibudidayakan oleh masyarakat di pekarangan rumah masing-masing.

Bantuan yang diberikan meliputi bibit kelor, katuk, cabai, berbagai tanaman hortikultura, serta bibit ikan lele.

Adapun program yang telah berjalan sejak 2024 dan kini memasuki tahun ketiga pelaksanaannya dengan menyasar 10 kampung yang memiliki anak-anak terdampak stunting.

Kepala Bidang Ketersediaan, Kerawanan, dan Stok Pangan DKP Mimika, Beti Iriani, menjelaskan bahwa seluruh kebutuhan program telah disiapkan pemerintah, mulai dari bibit, media tanam hingga sarana pendukung lainnya. Masyarakat hanya diminta menyediakan lahan pekarangan sebagai lokasi budidaya.

“Semua bantuan kami siapkan agar masyarakat bisa langsung memanfaatkan pekarangan rumah mereka untuk menanam dan membudidayakan pangan bergizi. Tujuan kami adalah meningkatkan ketahanan pangan keluarga,” kata Beti saat diwawancarai.

Menurut Beti, hasil budidaya yang diperoleh keluarga penerima manfaat tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga. Produk hasil panen nantinya dapat dipasarkan melalui Kios Tani yang dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan Mimika.

Sementara itu, Kepala Kampung Mawokau Jaya, Edyson Rafra, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai Program Family Farming sangat sejalan dengan upaya pemerintah kampung dalam menekan angka stunting dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

Di Kampung Mawokau Jaya sendiri terdapat delapan keluarga OAP yang akan menerima bantuan melalui program ini. Mereka merupakan keluarga yang memiliki anak terdampak stunting berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi pemerintah.

“Pemerintah kita selalu mengalokasikan anggaran melalui dana desa untuk mendukung berbagai program penanganan stunting. Selain edukasi dan pendampingan keluarga, bantuan di sektor peternakan dan perikanan juga telah diberikan secara berkelanjutan,” ujar Edysonemerintah Rafa.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan data pemerintah Kampung Mawokau Jaya, angka stunting mengalami penurunan signifikan. Pada 2020 tercatat sebanyak 221 anak mengalami stunting, namun pada 2025 jumlahnya berhasil ditekan hingga tersisa sekitar tiga hingga lima anak.

Meski demikian, pemerintah kampung tetap mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi munculnya kasus baru, khususnya pada keluarga muda yang belum aktif mengikuti edukasi kesehatan dan gizi.

“Kami berharap Program Family Farming ini terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan keluarga penerima manfaat. Penanganan stunting memang membutuhkan keseriusan dan kerja bersama,” pungkasnya. (Cr2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinkes, DPMK dan UNICEF Bentuk Kampung Tangguh Malaria untuk Percepat Eliminasi Malaria di Mimika

14 Juli 2026 - 13:51 WIB

IMG 20260714 WA0253

Pemprov Papua Tengah Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi DPR atas LKPJ Kepala Daerah

14 Juli 2026 - 13:43 WIB

IMG 20260714 WA0246

Satu Tahun Kepemimpinan Rektor Tekege, USWIM Perkuat Tata Kelola, Digitalisasi Akademik, dan Produktivitas Riset

14 Juli 2026 - 13:33 WIB

IMG 20260714 WA0206

Dekranasda Deiyai Bawa Pulang Piagam Penghargaan dari Pameran Nasional HUT Dekranas ke-46

14 Juli 2026 - 13:28 WIB

IMG 20260714 WA0185

Pembukaan Turnamen Futsal HUT RI ke-81 Deiyai Digelar Besok, ASN Diajak Ramaikan Kegiatan

14 Juli 2026 - 13:23 WIB

IMG 20260714 WA0182
Trending di Headline