TIMIKA – Aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SD Negeri Inauga di Jalan Budi Utomo Ujung, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah kembali terhenti akibat aksi pemalangan yang terjadi pada Rabu (14/1/2026) pagi. Pemalangan tersebut mengakibatkan guru dan siswa tidak dapat memasuki lingkungan sekolah dan hanya bisa menunggu di luar pagar sekolah.
Kepala SD Negeri Inauga Sempan, Diana Domakubun, mengatakan pihak sekolah telah menerima informasi adanya rencana pemalangan sejak Selasa (13/1/2026) malam. Menindaklanjuti hal itu, ia langsung berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk mendatangi lokasi sekolah.
“Saya mendapat informasi sejak semalam, lalu saya langsung ke kantor polisi dan bersama-sama kami datang ke sekolah. Saat itu mereka sudah tidak berada di lokasi dan belum ada spanduk pemalangan,” ujar Diana.
Diana menjelaskan, pada Rabu pagi pihak sekolah kembali ke sekolah dengan harapan aktivitas KBM dapat berjalan seperti biasa. Hal tersebut didasari pengalaman sebelumnya, di mana meskipun terjadi pemalangan, siswa masih dapat mengikuti proses pembelajaran.
“Pagi ini kami datang dengan harapan KBM bisa berjalan, karena selama ini walaupun ada pemalangan, anak-anak masih bisa masuk ke sekolah,” katanya.
Namun, tidak menyangka pemalangan kali ini menutup seluruh akses masuk ke area sekolah, sehingga kegiatan belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan sama ssekali
“Pemalangan seperti ini sudah yang ketujuh kali,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu pihak yang melakukan pemalangan menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk tuntutan agar ada penyelesaian terkait pembayaran ganti rugi tanah yang mereka klaim belum diselesaikan.
“Kami hanya minta solusi soal pembayaran. Kami minta pihak yang bertanggung jawab turun langsung ke sini,” tegasnya. (Etty)






