Menu

Mode Gelap
Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif Setjen DPD RI Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi, Perkuat Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik

Headline

Pemalangan Kembali Terjadi, Aktivitas Belajar SD Negeri Inauga Lumpuh

Etty Welerbadge-check


					Pemalangan Kembali Terjadi, Aktivitas Belajar SD Negeri Inauga Lumpuh Perbesar

TIMIKA – Aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SD Negeri Inauga di Jalan Budi Utomo Ujung, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah kembali terhenti akibat aksi pemalangan yang terjadi pada Rabu (14/1/2026) pagi. Pemalangan tersebut mengakibatkan guru dan siswa tidak dapat memasuki lingkungan sekolah dan hanya bisa menunggu di luar pagar sekolah.

Kepala SD Negeri Inauga Sempan, Diana Domakubun, mengatakan pihak sekolah telah menerima informasi adanya rencana pemalangan sejak Selasa (13/1/2026) malam. Menindaklanjuti hal itu, ia langsung berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk mendatangi lokasi sekolah.

“Saya mendapat informasi sejak semalam, lalu saya langsung ke kantor polisi dan bersama-sama kami datang ke sekolah. Saat itu mereka sudah tidak berada di lokasi dan belum ada spanduk pemalangan,” ujar Diana.

Diana menjelaskan, pada Rabu pagi pihak sekolah kembali ke sekolah dengan harapan aktivitas KBM dapat berjalan seperti biasa. Hal tersebut didasari pengalaman sebelumnya, di mana meskipun terjadi pemalangan, siswa masih dapat mengikuti proses pembelajaran.

“Pagi ini kami datang dengan harapan KBM bisa berjalan, karena selama ini walaupun ada pemalangan, anak-anak masih bisa masuk ke sekolah,” katanya.

Namun, tidak menyangka pemalangan kali ini menutup seluruh akses masuk ke area sekolah, sehingga kegiatan belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan sama ssekali

“Pemalangan seperti ini sudah yang ketujuh kali,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pihak yang melakukan pemalangan menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk tuntutan agar ada penyelesaian terkait pembayaran ganti rugi tanah  yang mereka klaim belum diselesaikan.

“Kami hanya minta solusi soal pembayaran. Kami minta pihak yang bertanggung jawab turun langsung ke sini,” tegasnya. (Etty)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK

14 Februari 2026 - 16:00 WIB

Img 20260214 wa0006

Terduga Pelaku Penganiayaan di Jalan Freeport Lama Akhirnya Menyerahkan Diri

14 Februari 2026 - 15:18 WIB

Img 20260214 wa0266

Perkuat Layanan Masyarakat, Kadis Kominfo Deiyai Salurkan Tiga Unit Starlink Kepada Warga Wagomani 

14 Februari 2026 - 15:13 WIB

Img 20260214 wa0282

Bupati dan Pemilik Tanah Buka Kembali Akses Jalan Petrosea Tembus Bandara Mozes Kilangin, Pastor Ibrani Gwijangge Memberkati Jalan 

14 Februari 2026 - 13:38 WIB

Screenshot 20260214 222928 gallery

DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat

14 Februari 2026 - 03:57 WIB

Img 20260213 wa0045 3361434797
Trending di News