INTAN JAYA – Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya se-Indonesia (GPMI) bersama Elmen masyarakat menggelar aksi demonstrasi damai di Intan Jaya, Papua Tengah Selasa (13/1/2026).
Aksi demontrasi GPMI yang bertajuk,” Intan Jaya krisis kemanusiaan demi kepentingan investasi.
Massa aksi dari 4 titik kumpul, Titik 1 muara 2. Wandoga. 3 Depan Bank Papua 4. Tambabuga mulai bergerak pukul 10.00. WPT menuju ke titik sasaran aksi Kantor Bupati Kabupaten Intan Jaya.
Mahasiswa dan masyarakat menuju ke kantor Bupati seraya membentangkan berbagai pamflet bertuliskan,” Intan Jaya Krisis kemanusiaan demi Kepentingan Investasi. Stop militerisasi di Intan Jaya pada umumnya Papua. Tolak PT Antam Blok Wabu di Intan Jaya.
Pamflet lainnya bertuliskan,” jangan perkosa saya, stop. Intan Jaya masih gelap. Bupati Saya butuh sekolah. Intan Jaya darurat militer, segera tarik Militer Non organik dan non organik dari Intan Jaya.
Koordinator aksi, Josua Sani mengatakan kehadiran Militer non organik dan organik di tanah Papua adalah ilegal, justru mereka hadir bukan untuk mengayomi masyarakat dan menjaga masyarakat melainkan membuat trauma bagi rakyat.
“Untuk itu, Pihaknya mendesak kepada presiden RI Prabowo Subianto dan Panglima TNI segera menarik Pasukannya dari intan Jaya pada umumnya Papua,” tegasnya.
Lanjutnya, kata dia, Intan Jaya krisis kemanusiaan, kehadiran militer di Intan Jaya adalah memfasilitasi oleh negara itu sendiri untuk meloloskan investasi di Intan Jaya dan seluruh Tanah Papua.
“Dengan tegas, dari akar rumput Gerakan Pelajar-mahasiwa dan masyarakat Intan Jaya menolak kehadiran militer organik dan non organik di Intan Jaya,” tegasnya.
Hingga kini pukul 12:04 WIB. Massa aksi geruduk masih berorasi di depan Kantor Bupati Kabupaten Intan Jaya. (MB)






