NABIRE — Sebanyak 150 foto jurnalistik dipamerkan dalam rangkaian Festival Media Se-Tanah Papua yang digelar perdana di Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada 13–15 Januari 2026. Pameran ini menjadi salah satu agenda utama festival yang diinisiasi oleh Asosiasi Wartawan Papua (AWP) dan diikuti ratusan jurnalis dari enam provinsi di Tanah Papua.
Koordinator Pameran Foto Jurnalistik, Agus Zeth Tanati, menjelaskan bahwa karya-karya yang ditampilkan merupakan hasil liputan jurnalistiknya selama bertugas sebagai jurnalis sekaligus pewarta foto Indonesia. Foto-foto tersebut merekam beragam peristiwa penting di Tanah Papua, mulai dari kunjungan kepala daerah, aksi demonstrasi, hingga isu-isu strategis seperti lingkungan, olahraga, pendidikan, dan kesehatan.
“Foto-foto yang ditampilkan di pameran festival yang diinisiasi oleh AWP ini adalah foto-foto selama saya liputan sebagai jurnalis dan juga sebagai pewarta foto Indonesia,” ujar Tanati saat pembukaan pameran, Selasa (13/1/2026).
Menurut Tanati, pameran ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya visual jurnalistik, tetapi juga sarana refleksi atas peran pers dalam mendokumentasikan dinamika sosial dan pembangunan di Tanah Papua. Ia berharap ke depan pameran serupa dapat melibatkan lebih banyak jurnalis dengan skala yang lebih besar.
“Harapan saya ke depan, teman-teman bisa sama-sama menampilkan karya-karya kita selama liputan sebagai jurnalis,” katanya.
Lebih lanjut, Tanati juga mengusulkan agar pada tahun-tahun mendatang dibuat buku foto khusus jurnalis Papua sebagai dokumentasi kolektif karya pewarta foto di Tanah Papua.
“Kita harus tahun depan atau tahun akan datang membuat pameran yang lebih besar lagi dengan membuat buku foto untuk teman-teman jurnalis Papua, supaya karya-karya itu bisa kita lihat selama kita jadi jurnalis di Tanah Papua,” ungkapnya.
Festival Media Se-Tanah Papua perdana ini turut menghadirkan berbagai kegiatan lain, seperti pelatihan jurnalistik, talk show, serta malam penganugerahan Papua Jurnalistik Award 2026. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas jurnalis sekaligus mendorong profesionalisme dan kolaborasi media di Tanah Papua. (MB)






