TIMIKA – Prosesi perdamaian yang telah berakhir dengan aman dan lancar. Namun diakhir kegiatan diwarnai kericuhan oleh sekelompok orang, sehingga membuat pihak keamanan terpaksa membubarkan dengan tembakan peringatan dan mengejar oknum-oknum tersebut.
Pantauan wartawan dilapangan, kericuhan bermula ketika kurang lebih 30 orang yang diamankan saat konflik beberapa waktu lalu dihadirkan dalam prosesi perdamaian itu hendak dibawa kembali ke Polres Mimika oleh pihak keamanan. Setelah diarahkan menuju angkutan keamanan, sekelompok orang berulah dan melakukan pelemparan ke arah tenda VIP. Kondisi ini membuat aparat melepaskan tembakan peringatan.

Pihak pemerintahan maupun keamanan sudah berusaha memberi pemahaman, namun hal tersebut tidak digubris oleh sekelompok tersebut sehingga membuat situasi panas, dimana terlihat batu berhamburan.
Beruntung aksi tersebut tidak mengenai pejabat maupun tamu undangan, hanya mengenai kaca rumah dan beberapa mobil yang terparkir.
Aksi tersebut membuat pihak keamanan terpaksa membubarkan dengan memberikan tembakan peringatan. Selain itu juga pihak langsung mengamankan Bupati Mimika, Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal.
Terlihat juga para tamu undangan maupun masyarakat disekitar lokasi yang sempat datang untuk menyaksikan proses perdamaian akhirnya memilih keluar dan pulang dari lokasi tersebut. (IT)






