NABIRE – Malam pergantian tahun di Provinsi Papua Tengah berlangsung dengan penuh kemegahan. Ribuan masyarakat tumpah ruah memadati sepanjang pesisir Pantai Nabire untuk menyaksikan pesta kembang api spektakuler yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Fritz Nawipa, Rabu (31/12).
Langit malam Nabire yang biasanya tenang, seketika berubah menjadi kanvas cahaya berwarna-warni. Kemeriahan ini disebut-sebut sebagai salah satu perayaan paling megah yang pernah ada di wilayah tersebut, setara dengan perayaan di kota-kota besar lainnya.
Gubernur Meki Nawipa hadir langsung di tengah-tengah massa, berbaur dengan warga tanpa sekat. Kehadirannya disambut antusias oleh masyarakat yang tak henti-hentinya meneriakkan apresiasi. Slogan “Terima Kasih Gubernur Meki Nawipa” menggema di sepanjang pantai sebagai bentuk rasa syukur warga atas hiburan rakyat yang menyentuh semua lapisan tersebut.
Dalam sambutannya, Gubernur Meki menyampaikan bahwa momentum ini adalah simbol kebangkitan dan persatuan seluruh masyarakat di Papua Tengah.
“Malam ini kita berpesta, tapi besok kita kembali bekerja keras. Kembang api ini adalah simbol cahaya harapan. Saya ingin kita semua melangkah ke tahun 2026 dengan semangat persaudaraan dan tekad untuk memajukan provinsi ini bersama-sama,” ujar Meki Nawipa di hadapan ribuan warga.
Lebih dari sekadar pesta, Gubernur Meki juga memanfaatkan momen ini untuk mempertegas visi besarnya dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM). Ia mengingatkan kembali fokus pemerintahannya pada:
-
Pendidikan Gratis: Memastikan setiap anak di Papua Tengah memiliki akses sekolah tanpa kendala biaya.
-
Kesejahteraan Mahasiswa: Pemberian dukungan bagi putra-putri daerah yang menempuh pendidikan tinggi agar kelak bisa kembali membangun tanah kelahirannya.
Acara yang berlangsung hingga dini hari tersebut diawali dengan doa lintas agama, memohon berkat Tuhan agar tahun 2026 membawa kedamaian dan kemakmuran bagi seluruh kabupaten di Papua Tengah.






