MIMIKA – Tim Staf Ahli Anggota DPD RI, Bapak Wilhelmus Pigai, melakukan monitoring lapangan terkait proses aktivasi rekening Program Indonesia Pintar (PIP) di Bank BRI dan Bank BNI Timika pada Selasa (30/12/2025).
Kunjungan ini dilakukan oleh dua Staf Ahli, Beatus Malir dan Marten Wasar, guna melihat langsung pelayanan administrasi bagi siswa penerima manfaat jenjang SD hingga SMK di Kabupaten Mimika.

Suasana Orang Tua Wali Melakukan Aktivasi Rekening Penerima PIP di Bank BRI
Pantauan di Bank BRI Dalam koordinasi di Bank BRI yang melayani jenjang SD dan SMP, perwakilan bank, Ibu Israa, menjelaskan bahwa saat ini pihak bank fokus pada kelancaran prosedur bagi orang tua murid.
“Saat ini seluruh layanan aktivasi mengikuti standar operasional yang berlaku. Kami terus berupaya memberikan kemudahan prosedur bagi penerima PIP agar prosesnya berjalan sesuai aturan yang ada,” kata Ibu Israa.
Staf Ahli Beatus Malir menambahkan bahwa berdasarkan pantauan di lokasi, orang tua murid terpantau sedang melakukan proses aktivasi dan sejauh ini berjalan tanpa kendala teknis yang berarti.

Suasana Siswa SMK / SMA Melakukan Aktivasi Rekening Penerima PIP di Bank BNI.
Sementara itu, di Bank BNI yang melayani jenjang SMA dan SMK, Pihak Bank BNI, Ibu Mita Murin, menyampaikan bahwa para siswa telah melakukan aktivasi secara mandiri. Namun, beliau menyoroti pentingnya keteraturan antrean.
“Proses aktivasi berjalan sesuai regulasi pemerintah. Untuk kedepannya, kami mengusulkan adanya penjadwalan khusus pada hari tertentu yang didedikasikan untuk pelayanan PIP. Hal ini bertujuan agar pelayanan lebih efisien dan teratur tanpa harus mengganggu antrean nasabah umum,” jelas Ibu Mita Murin.
Tindak Lanjut Staf Ahli Merespons temuan tersebut, Beatus Malir menegaskan bahwa koordinasi antara sekolah, orang tua, dan bank penyalur adalah kunci utama. Beliau mengingatkan agar siswa segera melengkapi Surat Keterangan dari sekolah sebagai syarat mutlak aktivasi di bank.
“Kami hadir di sini sesuai arahan Bapak Wilhelmus Pigai untuk memastikan sinkronisasi antara pihak bank dan penerima manfaat. Masukan dari pihak bank mengenai penjadwalan khusus akan kami jadikan catatan penting untuk dilaporkan kepada Bapak Anggota DPD RI,” tutup Beatus.
Sebagai tindak lanjut, Tim Staf Ahli Wilhelmus Pigai mengimbau kepada seluruh orang tua dan siswa penerima manfaat untuk memperhatikan tiga hal penting:
-
Melakukan verifikasi data di sekolah masing-masing.
-
Melengkapi administrasi dan meminta Surat Keterangan dari sekolah.
-
Segera melakukan aktivasi ke bank penyalur agar dana dapat segera dimanfaatkan untuk kebutuhan sekolah.
Monitoring ini merupakan bagian dari komitmen Bapak Wilhelmus Pigai dalam mengawal program pemerintah pusat agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Provinsi Papua Tengah.
(Red)






