Waropen – Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Pos Penginjilan (PI) Jemaat Tardes yang berlokasi di Jalan Darat, Distrik Urei Faisei, Kabupaten Waropen, mencatatkan sejarah baru bagi masyarakat adat suku Wolani. Pos PI tersebut menjadi satu-satunya gereja milik suku Wolani di wilayah Waropen dan resmi mulai beraktivitas dengan dukungan penuh dari Anggota DPRK Waropen, Linus Dugupa.
Keberadaan GKII Pos PI Jemaat Tardes menjadi momentum penting bagi perkembangan pelayanan rohani serta penguatan identitas iman masyarakat Wolani yang selama ini belum memiliki rumah ibadah sendiri. Meski baru dibuka dan masih dalam tahap awal pembangunan, kehadiran Pos PI ini disambut dengan penuh sukacita oleh jemaat dan masyarakat setempat.
Sebagai ungkapan syukur sekaligus menandai berakhirnya tahun 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026, puluhan umat GKII Pos PI Jemaat Tardes bersama Anggota DPRK Waropen, Linus Dugupa, serta Pendeta Antarikus Kalolik menggelar acara makan bersama dengan tradisi bakar batu, Jumat (26/12/2025).
Tradisi bakar batu yang digelar di halaman gereja tersebut menggunakan satu ekor babi yang dibeli langsung oleh Anggota DPRK Waropen, Linus Dugupa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga mencatatkan sejarah baru bagi Pos PI Jemaat Tardes, karena untuk pertama kalinya tradisi bakar batu dilaksanakan di gereja milik suku Wolani.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, umat jemaat tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Bakar batu menjadi simbol pelepasan tahun lama sekaligus harapan baru memasuki tahun 2026 dengan semangat persatuan, iman, dan kasih.

Anggota DPRK Waropen, Linus Dugupa, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud syukur sekaligus komitmen untuk terus mendukung pelayanan gereja dan masyarakat adat Wolani.
“Hari ini kami suku Wolani mengadakan bakar batu di gereja Pos PI ini, satu-satunya milik suku Wolani. Kami adakan bakar batu dengan tujuan melepas tahun lama dan menyambut Tahun Baru 2026,” ujar Linus Dugupa melalui sambungan seluler.
Ia menegaskan bahwa dukungannya terhadap pembangunan GKII Pos PI Jemaat Tardes bukan hanya bersifat material, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan masyarakat adat mendapatkan ruang ibadah yang layak serta pembinaan rohani yang berkelanjutan.
Sementara itu, Pendeta Antarikus Kalolik mengapresiasi kebersamaan yang terjalin antara jemaat, tokoh adat, dan wakil rakyat. Ia berharap kehadiran Pos PI Jemaat Tardes dapat menjadi pusat pertumbuhan iman serta wadah pemersatu masyarakat Wolani di Distrik Urei Faisei.
Kegiatan bakar batu ini sekaligus mencerminkan kuatnya nilai-nilai kearifan lokal yang dipadukan dengan kehidupan bergereja. Tradisi budaya tetap dijaga dan dimaknai sebagai bagian dari ungkapan iman dan rasa syukur kepada Tuhan.
Dengan dibukanya GKII Pos PI Jemaat Tardes, masyarakat Wolani di Kabupaten Waropen berharap pembangunan gereja dapat segera rampung dan menjadi tempat ibadah yang kokoh, nyaman, serta membawa dampak positif bagi kehidupan sosial dan spiritual jemaat ke depan.
Acara tersebut ditutup dengan doa bersama, penuh harapan agar tahun 2026 membawa kedamaian, kemajuan, serta berkat bagi jemaat GKII Pos PI Jemaat Tardes dan seluruh masyarakat Waropen. (MB)






